30 Hari Hafal Al-Qur’an 30 Juz di Ponpes Miftahul Huda Wonosobo

by

Konsepnews.com, Wonosobo – Program ‘Satu Bulan Hafal Al-Quran‘ menjadi program istimewa yang terkenal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, Siwatu Desa Bumireso Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Saat ini, Pon Pes Miftahul Huda diasuh oleh Bu Nyai Yulia Sri Latifah. Hingga kini pun, Pondok Pesantren Miftahul Huda telah mewisuda lebih dari 500 santri Hafid dan Hafidhoh.

Selain mendapat predikat sebagai hafidz dan hafidzoh, para alumni yang hafal Al-Qur’an tersebut juga mendapat sertifikat sebagai penghafal Al Qur’an. Dari angkatan pertama hingga saat ini terhitung sudah ratusan hafidz/hafidzoh yang dihasilkan dari program ini.

Menurut penuturan Bu nyai Yulia, harapannya para alumni Hafid dan Hafidhoh tersebut mampu mengamalkan ilmunya dalam hidup berkeluarga tatkala sudah berumahtangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Harapannya, tentunya dengan Menghafal Al-Qur’an 30 juz, senantiasa menjadi insan yang selalu mengedepankan Iman, ilmu dan istiqomah. Dan bisa menjadi pemimpin serta contoh bagi keluarganya, bagi Masyarakat dan lain lain.”, tutur Bu Nyai Yulia Sri Latifah kepada beritakin.com belum lama ini.

“Alhamdulilah di pondok pesantren Miftahul Huda, program satu bulan Hafal Al-Qur’an berjalan dengan baik. Besar harapan saya semoga anak anak remaja putra dan putri ikut belajar menghafal kitab Al-Qur’an, sehingga nantinya menjadi Generasi penerus yang berilmu dan di dalam hatinya selalu mengamalkan ayat Al-Qur’an sehingga membentuk karakter Pemimpin yang membawa kepada Baldatun Toyyibatun Wa robun Ghofur,” ungkap Bu Nyai Yulia.

Pondok Pesantren Miftahul Huda Wonosobo, Jawa Tengah, didirikan oleh seorang ulama Kharismatik, yaitu almarhum Raden KH Ghozaly Syihab.

Saat ini, PonPes Miftahul Huda memiliki beberapa Lembaga Pendidikan, di antaranya:
Panti Asuhan Daarul Aitam, TK Islam Miftahul Huda, SD Islam Miftahul Huda (Akreditasi A), MTs Al Ghozali (Akreditasi B+), SMK Multimedia & Tata Busana Al Ghozali, Kitab Klasik (Fiqih-Aqidah-Akhlaq dan Hakikat), Baca Tulis Al Qur’an (Murrotal-Qiro’ah dan Tafsir Al Qur’an), Tahkfidzul Qur’an, Da’wah/Teknik pidato, Rebana, Bhs. Arab, Bhs. Inggris.

“Di tengah Pandemi COVID-19 ini, kita semua prihatin. Banyak saudara saudara kita yang meninggal dunia  Bahkan menurut keterangan MUI, tercatat ada 584 ulama dan kyai yang meninggal dunia selama pandemi Covid-19”, jelas Bu Nyai Yulia.

“Karenanya, mari bersama sama kita Memohon kepada Allah SWT dengan Barokahnya kitab Al-Qur’an, Semoga pandemi virus corona segera hilang. Aamiin YRA,” pungkas Bu Nyai Yulia Sri Latifah. yz