KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Ratusan umat Buddha memadati Vihara Dhammaphala, Kota Tangerang, Minggu (31/5/2026), untuk mengikuti perayaan Hari Trisuci Waisak 2569 BE. Sejak pagi hari, suasana vihara telah dipenuhi umat yang datang mengenakan pakaian serba putih, menciptakan pemandangan sakral yang menenangkan sekaligus menggambarkan semangat kebersamaan dalam memperingati hari suci umat Buddha tersebut.
Sekitar 500 umat hadir mengikuti seluruh rangkaian puja bakti. Di dalam ruang utama vihara, lantunan paritta dan doa-doa suci bergema dengan khidmat. Asap dupa yang perlahan mengepul menuju langit-langit ruangan berpadu dengan cahaya lampu altar yang menerangi rupang Buddha, menghadirkan suasana penuh kedamaian dan perenungan.
Ketua Vihara Dhammaphala, Leo Gunawan, mengatakan jumlah umat yang hadir sesuai dengan perkiraan panitia. Meski jumlah peserta cukup besar, seluruh prosesi berlangsung tertib dan penuh penghormatan.
“Kurang lebih 500 umat. Awalnya 200, lalu bertambah. Kami batasi sekitar 500 agar prosesi berjalan tertib dan khusyuk,” ujar Leo Gunawan di sela kegiatan.
Puncak perayaan ditandai dengan prosesi Namakkāra atau penghormatan lima serangkai kepada Tiratana. Dalam suasana yang hening, ratusan umat secara serentak merangkapkan kedua telapak tangan di depan dada, lalu berlutut dan bersujud sebagai bentuk penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
“Kami melakukan beberapa bentuk penghormatan. Inti dari prosesi ini adalah Namakkāra, penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha,” jelas Leo Gunawan.
Momen paling menggetarkan terjadi ketika seluruh umat bergerak serempak melakukan añjali dan penghormatan tiga kali. Keheningan yang menyelimuti ruangan seakan membawa setiap umat larut dalam doa, refleksi diri, dan rasa syukur atas ajaran Sang Buddha.
Suasana kemudian semakin meriah namun tetap sakral ketika paduan suara vihara melantunkan puji-pujian kepada Tiratana dalam bahasa Pāḷi. Alunan suara yang lembut dan harmonis memenuhi seluruh area vihara, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam.
“Tadi ada tiga lagu pujian, yaitu Buddho Bhagavā, Svākkhāto Bhagavatā Dhammo, dan Supaṭipanno Bhagavato Sāvakasaṅgho,” ungkap Leo Gunawan.
Perayaan Waisak di Vihara Dhammaphala akhirnya ditutup dengan pelimpahan jasa dan doa bersama untuk kedamaian dunia serta kebahagiaan seluruh makhluk. Wajah-wajah penuh ketenangan dan senyum persaudaraan yang terlihat usai prosesi menjadi gambaran nyata semangat cinta kasih yang diajarkan Sang Buddha. san/*





