Gubernur Banten Serahkan Kunci Rumah Layak Huni untuk Warga Waringinkurung

by
foto dok. biro adpimpro banten
foto dok. biro adpimpro banten

BANTEN, KONSEPNEWS – Gubernur Banten, Andra Soni, didampingi oleh Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, secara langsung menyerahkan kunci rumah baru kepada dua keluarga yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH) di Kampung Kolelet, Desa Cokop Sulanjana, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Kedua penerima bantuan tersebut adalah Sahibi (36) dan Sikin (40), warga setempat yang kini dapat menempati hunian yang lebih aman dan sehat.

Penyerahan kunci ini menjadi simbol nyata kehadiran Pemerintah Provinsi Banten dalam upaya menjamin kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam hal penyediaan tempat tinggal yang layak. Program Rehabilitasi RTLH ini merupakan salah satu agenda prioritas Pemprov Banten untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi keluarga prasejahtera yang selama ini hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan.

Kondisi rumah Sahibi sebelum mendapatkan bantuan sangatlah memprihatinkan. Struktur utama rumahnya terbuat dari kayu seadanya, sementara dindingnya merupakan campuran dari berbagai material seperti bambu anyaman, kayu bulat, batako, plastik, dan bahkan terpal. Atap rumahnya pun telah rusak parah, sehingga tidak lagi nyaman untuk ditinggali dan kondisinya rapuh, mengancam keselamatan jiwa penghuninya.

Kondisi serupa juga dialami oleh keluarga Sikin. Rumah mereka berdiri dengan struktur utama dari bambu dan kayu yang juga tidak kokoh. Dinding rumahnya terbuat dari material bekas seperti spanduk, karung plastik, seng, dan papan kayu yang disusun seadanya. Atap rumah Sikin menggunakan genteng tanah liat tradisional, namun beberapa bagian telah ditambal dengan karung atau kain untuk menahan kebocoran, dan rumah tersebut bahkan tidak memiliki pintu permanen.

Melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Banten, kedua rumah tersebut dibangun ulang secara total menggunakan struktur Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan pola modular. Teknologi RISHA dipilih karena dinilai efisien dan cepat dalam proses pembangunan, sehingga bantuan dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Untuk pembangunan masing-masing rumah, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp75 juta, yang telah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPn). Gubernur Andra Soni mengungkapkan bahwa pola modular ini akan dijadikan program unggulan ke depan untuk mendukung target nasional program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Gubernur Andra Soni menambahkan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Banten tengah aktif mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat untuk menghapuskan PPn pada program pengembangan rumah tidak layak huni. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban anggaran dan memungkinkan Pemprov Banten untuk membangun lebih banyak rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan yang penuh haru tersebut, Gubernur Andra Soni juga menyampaikan pesan khusus kepada para penerima bantuan. Beliau menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan, meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Rumahnya sekarang sudah layak, maka jagalah agar tetap nyaman dan sehat,” tegasnya kepada keluarga Bapak Sikin. Ibu Sikin dan istrinya pun tak kuasa menahan haru dan mengucapkan terima kasih yang mendalam atas perhatian pemerintah. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.