KABUPATEN TANGERANG, KONSEPNEWS – Kepedulian terhadap kewajiban umat Islam dalammerawat jenazah mendorong Musala Miftahul Jannah di Perumahan Graha Mekarsari Indah, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, untuk mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah, Minggu (11/5/2025).
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh warga sekitar yang menyadari pentingnya memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam urusan yang seringkali dianggap tabu namun sangat fundamental dalam ajaran Islam ini.

Ustaz Ilyas Zainul Umam, S.PdI, selaku Kabid Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Rajeg, Kabupaten Tangerang didapuk sebagai narasumber utama dalam pelatihan ini, Ia memberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah. Ia menjelaskan bahwa pemulasaran jenazah bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian yang mulia kepada sesama Muslim dan perintah agama yang harus ditunaikan.
Pelatihan yang berlangsung di aula Musala Miftahul Jannah ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari warga biasa, jemaah musala, ibu-ibu majelis taklim, pengurus kampung, hingga tokoh masyarakat. Keberagaman peserta menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya ilmu ini bagi seluruh umat Islam, tanpa memandang usia maupun status sosial.

Materi pelatihan disampaikan secara bertahap, dimulai dari pemaparan mengenai hal- hal yang perlu dipersiapkan dalam proses pemulasaran jenazah, seperti ukuran kain kafan. Kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung tata cara memandikan, mengafani, ienyalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam ini dipantau langsung oleh Ustaz Khoirul Maftuhin Masrur, perwakilan dari Forum Dewan Kemakmuran Masjid dan Musala Perumahan (FDKM) Kecamatan Rajeg, selaku penanggungjawab acara tersebut.
Ketua DKM Musala Miftahul Jannah, Ustaz Hamim, menekankan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk menciptakan kader-kader di masyarakat yang mampu mengurus jenazah dengan baik dan benar. Ia berharap agar tidak ada lagi kesulitan atau ketergantungan kepada pihak tertentu ketika ada warga atau keluarga yang meninggal dunia.

“Pelatihan ini memiliki nilai sosial yang tinggi, yaitu mempererat rasa persaudaraan dan solidaritas antar sesama Muslim. Dalam momen duka, kehadiran orang-orang yang mampu mengurus jenazah dengan baik akan memberikan ketenangan dan bantuan yang sangat berarti bagi keluarga yang ditinggalkan”, ungkap Ustaz Hamim.
Sementara itu, Ustaz Ilyas merasa terharu dengan semangat dan antusiasme warga dalam mengikuti pelatihan ini. Ia berharap agar ilmu yang telah diberikan dapat diamalkan dan ditularkan kepada masyarakat yang lebih luas, sehingga semakin banyak umat Islam yang memiliki pemahaman dan keterampilan dalam pemulasaran jenazah.

“Dengan edukasi ini warga masyarakat diharapkan bisa memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam merawat dan mengurus jenazah dengan baik dan benar serta sesuai dengan tuntunan agama”, tegas Ustaz Ilyas di sela-sela pelatihan. Ia juga mengapresiasi inisiatif DKM Musala Miftahul Jannah dalam mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini.
Sementara itu, Mansuruddin dan Diana Afif, perwakilan peserta pelatihan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Ia berharap agar ilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini dapat dikuasai secara utuh oleh seluruh peserta dan kelak dapat diaplikasikan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Saya berharap semoga banyak masyarakat yang semakin paham tentang bagaimana prosedur tata cara pemulasaraan sesuai dengan tuntunan syariat Islam”, pungkas Mansuruddin yang diamini oleh Diana. san/*





