JAKARTA, KONSEPNEWS – Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebut pihaknya belum menerima pemberitahuan aksi unjuk rasa yang di gelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Budi Luhur di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (22/7) kemarin.
Kapolres Metro Jakarta Pusat membenarkan adanya aksi tersebut. Menurutnya, aksi berlangsung tertib meskipun tidak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian.
“Benar, tadi siang (22/7) ada aksi unjuk rasa dari BEM UBL di depan Kantor Kemenko Perekonomian. Aksi diikuti sekitar 30 orang dan berjalan tertib,” kata Kombes Susatyo dalam siaran persnya, Kamis (24/7/25).
“Namun perlu kami sampaikan bahwa aksi ini tidak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian sehingga petugas di lapangan memberikan imbauan dan membentangkan spanduk peringatan,” ungkapnya.
Kapolres menambahkan, massa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 15.18 WIB usai menyampaikan orasi dan pernyataan sikapnya.
“Kami mengapresiasi mahasiswa yang tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasinya, dan kami berharap ke depan setiap aksi tetap melalui prosedur pemberitahuan sesuai UU yang berlaku,” ujar Susatyo.
Sebelumnya, sekitar 30 orang mahasiswa hadir membawa spanduk, poster, dan bendera aliansi. Dalam aksinya, mereka menuntut pemerintah menghentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai mempersempit ruang demokrasi serta menindas hak rakyat.
Para pendemo membentangkan spanduk dan poster bertuliskan “Tanah untuk Rakyat”, “Tidak Ada Demokrasi Tanpa Reforma Agraria Sejati”, “Stop Rumahkan Buruh”, “Hentikan PSN Rakus Tanah”, hingga “Hentikan Perampasan dan Monopoli Tanah”.
Dalam orasinya, massa menuding PSN hanya menguntungkan segelintir elit dan pemodal tanpa melibatkan masyarakat lokal, serta melanggar konstitusi negara. Mereka juga menuntut segera dilaksanakannya reforma agraria sejati. Zan





