TANGSEL, KONSEPNEWS – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperlihatkan keseriusannya dalam membangun ruang publik ramah pejalan kaki. Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Ciater Raya, Serpong kembali dilanjutkan pada 2025. Upaya ini menjadi kelanjutan dari pembangunan tahap sebelumnya yang sudah lebih dulu dikerjakan.
Kepala Bidang Drainase dan Pedestrian DSDABMBK Kota Tangsel, Saflinawati, menjelaskan bahwa desain trotoar di kawasan Ciater dirancang dengan prinsip kenyamanan pejalan kaki, penyediaan jalur ramah disabilitas, penataan area penghijauan, hingga peningkatan estetika kawasan. Dengan konsep ini, pedestrian Ciater diharapkan tak sekadar menjadi jalur berjalan, melainkan juga ruang publik yang aman, inklusif, dan menyenangkan.
Proyek yang menghabiskan anggaran sekitar Rp7 miliar ini mencakup pembangunan sepanjang 1 kilometer dengan lebar bervariasi antara 3 hingga 4 meter. Anggaran besar tersebut diharapkan sebanding dengan manfaat jangka panjang yang bisa dirasakan masyarakat, baik dari sisi fungsi maupun kualitas infrastruktur.
Selain memberikan kenyamanan, pembangunan pedestrian Ciater juga diarahkan sebagai salah satu wajah kota yang merepresentasikan semangat urban modern yang ramah warga. Dengan jalur yang lebih tertata dan hijau, kawasan ini diharapkan mampu mendorong warga untuk lebih aktif berjalan kaki sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan sekitar.
Untuk menjaga kualitas trotoar, DSDABMBK Tangsel menggandeng Satpol PP dalam hal penertiban serta melibatkan warga sekitar sebagai bagian dari pengawasan. Kolaborasi ini menjadi kunci agar fasilitas publik benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak dialihfungsikan secara keliru.
Saflinawati menegaskan bahwa pedestrian Ciater harus dijaga agar tetap sesuai fungsinya. Trotoar, kata dia, tidak boleh dijadikan area parkir kendaraan, lintasan motor, tempat berjualan, maupun dimodifikasi dengan betonisasi tambahan yang mengganggu estetika dan fungsi awal.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif merawat fasilitas yang ada. Kebersihan, keamanan, dan kenyamanan hanya bisa terwujud jika warga merasa memiliki trotoar tersebut. Dengan demikian, pedestrian Ciater bisa bertahan lama dan benar-benar memberi manfaat luas bagi publik.
Revitalisasi pedestrian di Ciater Raya menjadi bukti nyata bahwa Pemkot Tangsel berkomitmen menghadirkan ruang kota yang inklusif. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, fasilitas ini bisa menjadi contoh pengelolaan ruang publik perkotaan yang ideal sekaligus memperkuat citra Tangsel sebagai kota modern yang peduli pada kualitas hidup warganya. san/*





