PEKALONGAN, KONSEPNEWS – Album “RESONANSI” milik PARA•DIKSI akhirnya dirilis setelah melalui proses panjang dan melelahkan selama 3,5 tahun. Band alternative pop asal Pekalongan itu mulai membangun proyek ini sejak 2022, bertepatan dengan tahun mereka terbentuk, saat empat personelnya pertama kali bertemu dan sepakat mengejar mimpi musik bersama.
Proses perwujudan album tidak selalu mulus. Mulai dari keterbatasan alat, penyesuaian visi musik, hingga dialog panjang mengenai identitas artistik, PARA•DIKSI menjalani fase naik-turun sebelum menemukan bentuk musik yang kini mereka tampilkan. “RESONANSI” menjadi bukti bahwa kesabaran dan ketekunan bisa melahirkan karya yang punya bobot emosional dan teknis.
Selama proses kreatif, PARA•DIKSI mencoba berbagai warna musik mulai dari britpop hingga j-pop dan alternative rock. Eksperimen itu semakin menegaskan bahwa mereka ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, bukan sekadar mengikuti pola mainstream. Itulah yang membuat album ini terasa matang meski semua lirik dan musik ditulis oleh satu personel, Imam R. Prayogo.
Dengan dukungan mixing-mastering engineer Jangky Dausath, PARA•DIKSI melalui ratusan draft mixing untuk memastikan keselarasan antara pesan lirik dan atmosfer suara. Lagu seperti Bungkam dan DON’T menjadi contoh bagaimana penyempurnaan teknis mampu memperkuat karakter emosional sebuah lagu.
Tidak hanya mengandalkan kekuatan internal, PARA•DIKSI menggandeng musisi muda Pekalongan agar album ini tetap terasa segar dan membumi. Keikutsertaan Aldino, M. Fattah, Faza Zidna, dan Upi memberikan energi baru dan membuat setiap lagu memiliki ciri khas masing-masing tanpa kehilangan identitas band.
Pembagian album menjadi Side A dan Side B bukan keputusan teknis semata, melainkan representasi perjalanan emosional yang ingin disampaikan. Side A menggambarkan fase pencarian, sedangkan Side B melambangkan proses penyembuhan dan penerimaan. Struktur dua sisi ini memberi pengalaman mendengarkan yang lebih sinematis.
Album “RESONANSI” dirilis di berbagai platform digital lengkap dengan video lirik, memberi akses luas kepada pendengar untuk menikmati karya ini. Kehadiran album debut ini tidak hanya mengukuhkan PARA•DIKSI sebagai band alternatif yang serius, tetapi juga menambah warna baru dalam peta musik independen Indonesia.
Kini, setelah perjuangan panjang itu berbuah manis, PARA•DIKSI berharap album ini dapat menginspirasi musisi lokal lain bahwa proses kreatif yang jujur dan konsisten pada akhirnya akan menemukan pendengarnya sendiri. san/*





