SMKN 3 Sukabumi Produksi Ribuan Kue Kering Bersama Bogasari

by
foto dok. bogasari
foto dok. bogasari

KOTA SUKABUMI, KONSEPNEWS – SMK Negeri 3 Sukabumi kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui program Teaching Factory (TEFA) Culinary. Dengan dukungan dari Bogasari, sekolah ini sukses memproduksi ribuan toples kue kering dalam rangka Ramadan 1447 H sekaligus menjadi model pembelajaran nasional di bidang cookies.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Sejak menjalin kerja sama pada 2022, Bogasari aktif memberikan pendampingan mulai dari kurikulum hingga praktik produksi. Dampaknya, kualitas pembelajaran di SMKN 3 Sukabumi semakin meningkat dan relevan dengan kebutuhan industri.

Wakil Kepala Humas, Ira Yulia, menyampaikan bahwa program TEFA memberikan pengalaman nyata kepada siswa. “Melalui TEFA, siswa belajar langsung proses industri dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga pemasaran,” jelasnya.

foto dok. bogasari
foto dok. bogasari

Produksi kue kering tahun ini menghasilkan delapan varian produk, di antaranya nastar, kastengel, putri salju, hingga rainbow cookies. Produk-produk ini dipasarkan ke berbagai daerah seperti Sukabumi, Bogor, Bandung, Cianjur, hingga DKI Jakarta.

Selain fokus pada produksi, program ini juga menanamkan nilai inklusivitas dengan melibatkan siswa dari SLB Handayani. Para siswa tuna rungu ini didampingi guru khusus untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.

“Ini bukan sekadar produksi, tapi juga pembelajaran tentang kepedulian sosial dan pemberdayaan,” kata Ira. Ia menilai bahwa keterlibatan siswa SLB menjadi langkah penting dalam menciptakan pendidikan yang inklusif.

foto dok. bogasari
foto dok. bogasari

Dari sisi industri, Bogasari melihat program ini sebagai bentuk nyata kontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Vice President HR Bogasari, Anwar, menyatakan bahwa SMKN 3 Sukabumi menjadi salah satu contoh terbaik implementasi TEFA di Indonesia.

“SMKN 3 Sukabumi dipilih sebagai model pembelajaran cookies karena inovasi dan konsistensinya. Ini menjadi bukti bahwa SMK mampu mencetak lulusan yang siap kerja maupun berwirausaha,” ujar Anwar.

Produksi yang berlangsung dari pagi hingga siang ini juga memberikan pengalaman kerja nyata bagi siswa. Mereka belajar menghadapi target produksi, menjaga kualitas, hingga memenuhi permintaan pasar.

foto dok. bogasari
foto dok. bogasari

Dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah, program ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi. SMKN 3 Sukabumi pun semakin mengukuhkan diri sebagai sekolah vokasi unggulan di Indonesia. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.