GORONTALO, KONSEPNEWS – Keseriusan Gorontalo dalam menyambut Pekan Nasional Petani Nelayan XVII tak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari strategi transportasi yang dirancang matang demi kenyamanan puluhan ribu peserta.
Panitia menetapkan kebijakan pembatasan kendaraan besar untuk masuk ke zona inti kegiatan di GOR David Tonny. Sebagai solusi, moda transportasi khas daerah, bentor, akan dioptimalkan sebagai sarana mobilitas utama peserta.
Ketua Panitia Daerah PENAS XVII, Muljady Mario, menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus memperkenalkan identitas lokal Gorontalo kepada para tamu dari seluruh Indonesia.
“Kendaraan besar tidak kami izinkan masuk ke zona inti. Bentor akan menjadi andalan transportasi selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Selain transportasi darat, panitia juga telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk menyediakan extra flight guna mengantisipasi lonjakan kedatangan peserta dari berbagai daerah.
Peserta yang akan hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari KTNA, petani hutan, alumni magang Jepang, hingga jajaran pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan skala besar dan kompleksitas acara yang membutuhkan perencanaan logistik matang.
Tak hanya itu, satu unit kapal berkapasitas hingga 2.000 orang juga disiagakan sebagai alternatif akomodasi tambahan jika terjadi lonjakan kebutuhan penginapan.
Muljady menambahkan, dampak penyelenggaraan PENAS XVII tidak hanya bersifat sementara, melainkan juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama melalui pembangunan infrastruktur dasar.
“Ada percepatan pembangunan fisik seperti perbaikan jalan, peningkatan sanitasi, dan fasilitas umum. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masyarakat Gorontalo,” tegasnya.
Dengan kesiapan transportasi dan logistik yang komprehensif, Gorontalo tidak hanya membidik kesuksesan acara, tetapi juga memperkuat citra sebagai daerah yang siap menjadi tuan rumah event nasional berskala besar. san/*





