KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kota dan kualitas lingkungan terus diperkuat Pemerintah Kota Tangerang. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, pemantauan kualitas udara ambien dan tingkat kebisingan kini dilakukan di 37 titik yang tersebar di seluruh wilayah kota.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan lingkungan berbasis data yang lebih akurat dan berkelanjutan, seiring meningkatnya aktivitas industri dan jasa di Kota Tangerang.
Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan dengan menggandeng lembaga terakreditasi dari Kementerian Lingkungan Hidup guna memastikan validitas data yang dihasilkan.
“Melalui pemasangan alat di berbagai lokasi strategis, DLH berupaya mengukur kondisi aktual kualitas udara serta tingkat kebisingan di tengah aktivitas kota,” ujar Wawan.
Menurutnya, hasil pemantauan ini akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan langkah strategis yang lebih tepat sasaran, terutama dalam mengendalikan dampak lingkungan akibat tingginya aktivitas perkotaan.
“Kami berharap dari 37 titik pemantauan ini dapat tergambar kondisi riil kualitas udara dan kebisingan di Kota Tangerang. Data ini akan menjadi acuan dalam menentukan langkah strategis ke depan,” jelasnya.
Sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, Tangerang menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Aktivitas industri, transportasi, hingga kepadatan penduduk menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan tingkat kebisingan.
Melalui data yang dikumpulkan, DLH akan menyusun pemetaan zona secara lebih presisi, baik untuk kawasan industri maupun permukiman. Kawasan dengan tingkat kebisingan tinggi akan menjadi perhatian dalam pengendalian pembangunan, sementara wilayah yang relatif tenang diupayakan tetap terjaga.
“Zona dengan tingkat kebisingan tinggi akan menjadi pertimbangan dalam pengendalian pengembangan wilayah, sementara kawasan hunian harus tetap nyaman bagi masyarakat,” tambah Wawan.
DLH menargetkan proses pengambilan sampel dapat segera rampung, sebelum hasilnya dianalisis lebih lanjut sebagai dasar kebijakan lanjutan. Dengan pendekatan berbasis data ini, pemerintah berharap kualitas lingkungan di Kota Tangerang dapat terus terjaga di tengah laju pembangunan. san/*





