KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Pemerintah Kota Tangerang terus mematangkan persiapan pembangunan Flyover atau Simpang Tidak Sebidang (STS) Sudirman sebagai solusi mengatasi kemacetan di kawasan Stasiun Tanah Tinggi. Proyek tersebut direncanakan mulai dibangun pada awal 2027 bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely, mengatakan pihaknya telah mulai menyusun Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) untuk mendukung kelancaran mobilitas selama maupun setelah pembangunan flyover berlangsung.
“Kami sudah mulai berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mematangkan rencana pembangunan Flyover Sudirman. Adapun kami sendiri sudah mulai menyiapkan kebutuhan teknis terutama skema lalu lintas dengan adanya Flyover Sudirman nanti,” ujar Suhaely, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan rencana yang sedang disusun, Simpang Sebidang Jalan Jenderal Sudirman dari arah Jalan Raya Daan Mogot menuju Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Benteng Betawi akan ditutup secara permanen untuk mendukung efektivitas sistem lalu lintas baru.
Sebagai solusi pengurai kepadatan kendaraan, Pemkot Tangerang merencanakan pembangunan jalur putaran satu arah atau looping di depan Pasar Induk Tanah Tinggi menuju Puspem Kota Tangerang serta di depan Plaza Benteng Betawi menuju Jalan Benteng Betawi.
Menurut Suhaely, penerapan skema baru tersebut juga membutuhkan pelebaran sejumlah ruas jalan yang saat ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten sehingga koordinasi lintas instansi terus dilakukan.
“Ada beberapa simpang yang nantinya akan terdampak jadi nanti akan dibuatkan skema lalu lintas yang baru. Namun, adanya skema baru ini membutuhkan pelebaran jalan, sedangkan kewenangan jalannya ada di Pemerintah Provinsi,” katanya.
Rencana pembangunan Flyover Sudirman mendapat respons positif dari masyarakat sekitar yang selama ini terdampak kemacetan akibat antrean kendaraan di perlintasan kereta api kawasan Tanah Tinggi.
Ketua RW 13 Kelurahan Tanah Tinggi, Wardi Rantoso, menilai proyek tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Rencana pembangunan ini konsepnya sangat baik bisa menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan. Soalnya, adanya penumpukan kendaraan di perlintasan rel kereta api kalau pagi dan sore itu membuat para pengguna jalan memanfaatkan jalan lingkungan sebagai jalur alternatif,” ujar Wardi.
Meski mendukung pembangunan flyover, masyarakat berharap pemerintah tetap memperhatikan aksesibilitas jalan lingkungan di sekitar kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Benteng Betawi, Jalan Lapas Pemuda, dan Jalan Pengayoman agar aktivitas warga tidak terganggu.
Pemkot Tangerang bersama Kementerian PU menargetkan proses pembangunan Flyover Sudirman dapat mulai direalisasikan pada awal 2027 sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur transportasi dan pengurangan kemacetan di Kota Tangerang. san/*





