KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Aksi kemanusiaan warga Kota Tangerang dalam membantu korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi cerminan kuatnya empati sosial di tengah masyarakat perkotaan. Melalui penggalangan donasi yang dilakukan FK Mantap Jabodetabek, bantuan berhasil dikumpulkan dan disalurkan ke wilayah terdampak.
Bantuan yang dikirimkan berupa 20 ton kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta dana tunai sebesar Rp130 juta. Seluruh bantuan tersebut berasal dari partisipasi warga yang tergerak untuk meringankan beban masyarakat di Pulau Sumatera yang tengah menghadapi situasi darurat.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan penghargaan atas inisiatif tersebut. Ia menilai kepedulian yang ditunjukkan FK Mantap dan masyarakat mencerminkan nilai kemanusiaan yang harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama adalah jati diri bangsa kita. Apa yang dilakukan FK Mantap patut menjadi contoh,” ujar Sachrudin. Ia menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan seperti ini sangat berarti bagi para korban.
Menurut Sachrudin, bencana alam tidak hanya membutuhkan respon pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat secara luas. Kolaborasi antara warga, komunitas, dan lembaga sosial menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Ia juga mengingatkan bahwa empati sosial perlu terus dipupuk dalam kehidupan sehari-hari. “Manusia tidak bisa hidup sendiri. Rasa saling peduli inilah yang membuat masyarakat menjadi kuat,” katanya.
FK Mantap Jabodetabek sendiri dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, khususnya yang berkaitan dengan bantuan kemanusiaan. Penggalangan donasi untuk korban banjir ini menjadi salah satu bentuk konsistensi mereka dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sachrudin berharap aksi tersebut dapat memantik kesadaran publik untuk terus bergerak bersama membantu korban bencana di berbagai daerah. Ia menilai solidaritas lintas wilayah seperti ini merupakan modal sosial penting dalam menghadapi tantangan kebencanaan di Indonesia. san/*






