Alam Prawiranegara: Bangga jadi bagian sejarah PERADI yang kini dengan Logo baru

by

Konsepnews.com, Jakarta – Peradi telah melakukan peluncuran logo baru pada acara Pengumuman dan Penyerahan Pemenang Sayembara Desain Toga Advokat dan Peluncuran Logo Perhimpunan Advokat Indonesia.

Hal ini terungkap dari pernyataan dari Nur S Alam Prawiranegara selaku Humas DPN PERADI di bawah Pimpinan Prof Dr Otto Hasibuan juga sebagai Ketua Indonesian Feminist Lawyers Club (IFLC) yang menyatakan bahwa dirinya sebagai Advokat benar-benar tidak salah pilih sebagai Pengurus DPN dan Anggota Peradi di bawah Pimpinan Prof Otto serta mengaku bangga menjadi bagian sejarah dari PERADI” yang mempunyai logo baru.

Ini menandakan logo baru ini disesuaikan dengan jaman milenial sesuai saat peluncuran logo tersebut diberikan pertunjukan teknologi yang mutakhir, tentunya untuk menunjukkan pentingnya Organisasi Advokat sebagai Single Bar.

“Mengapa harus Single Bar, karena Organisasi Advokat adalah Lembaga Penegak Hukum sehingga Kepengurusan dan Organisasi bahkan yang mengawasinya harus satu sebagaimana Lembaga Penegak Hukum lainnya seperti Kepolisian, Kejaksaaan dan Kehakiman,” kata Nur Alam.

Dengan maraknya organisasi advokat saat ini, Alam mengajak mari kembali bersatu seperti pada cita-cita awal, dan jika ada yang menyatakan bahwa multi bar lebih baik, karena belum memahami makna sesungguhnya betapa pentingnya suatu kekuatan.

Anggap saja lidi jika satu maka tidak akan berfungsi tapi jika disatukan lidi tersebut menjadi sapu maka diharapkan dapat membersihkan ketidakadilan yang dilakukan oleh Advokat sebagai bakti kepada Negara dan bangsa Indonesia.

Alam juga mengutip pidato dari Bang Otto saat peluncuran logo Peradi menjelaskan makna Logo Peradi tersebut.

Logo Peradi yang baru tersebut mempunyai filosofi atau makna mendalam dimana Peradi adalah Organisasi Advokat satu satunya di Indonesia. Di mana 8 garis yang melambangkan 8 kewenangan Negara telah diberikan kepada Organisasi Advokat berdasarkan UU Advokat yaitu PERADI.

8 Garis itu terdiri dari Pendidikan Advokat, Pengujian calon advokat, Pengangkatan Advokat, Membuat Kode Etik, Membentuk Dewan Kehormatan, Membentuk Komisi Pengawas, Pengawasan dan Memberhentikan advokat.

Oleh karena itu, garis 8 berbentuk akar itu melambangkan 8 kewengan advokat yang bermuara pada satu pohon dengan kata lain Organisasi Advokat “Single Bar Is a Must”. yz