BMKG–BNPB Aktifkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Tekan Risiko Bencana Saat Libur Nataru

by
artwork dok. bmkg
artwork dok. bmkg

JAKARTA, KONSEPNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaktifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah percepatan mitigasi risiko hidrometeorologi menjelang puncak mobilitas Natal dan Tahun Baru (Nataru). Operasi ini dilakukan di tiga bandara utama yang kerap terdampak cuaca buruk, yakni Sultan Iskandar Muda (Aceh), Kualanamu (Sumut), serta bandara di Padang.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa OMC menjadi upaya strategis untuk mengalihkan hujan atau mengurangi dampak cuaca ekstrem di wilayah-wilayah rawan. “OMC hanya dapat dilakukan jika gubernur menetapkan status siaga darurat. Tanpa itu, operasi tidak bisa dijalankan karena biaya dan risikonya sangat besar,” tegas Faisal.

Dalam operasi tersebut, BMKG menggunakan penyemaian berbahan dasar NaCl atau Calcium Oxide untuk mengurangi potensi hujan di zona kritis. Langkah ini dianggap penting mengingat prediksi hujan intensitas tinggi pada 28 Desember–10 Januari di berbagai wilayah seperti Jawa, Bali, NTB, NTT serta sebagian Sulawesi Selatan dan Papua Selatan.

Faisal menambahkan, prediksi siklon tropis dapat dipantau hingga delapan hari sebelumnya, sehingga antisipasi harus dilakukan lebih awal. “Peringatan dini terkait Siklon Senyar sudah berulang kali kami sampaikan. Pemerintah daerah harus responsif menghadapi potensi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Selain OMC, BMKG meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapan posko nasional di bandara, pelabuhan hingga jalur darat. Teknologi pemantauan seperti radar cuaca, DWT untuk mobilitas darat, hingga Inawis untuk monitoring laut harus dioptimalkan selama periode libur panjang.

“Kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar masyarakat tetap aman dan perjalanan Nataru berjalan lancar. Kami meminta pemda segera berkoordinasi sebelum kondisi cuaca mencapai puncaknya,” jelas Faisal.

Dengan masuknya sebagian besar wilayah Indonesia dalam level waspada hidrometeorologi, BMKG menegaskan bahwa info cuaca harus menjadi acuan utama masyarakat sebelum melakukan perjalanan, khususnya di wilayah episentrum hujan ekstrem. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.