Bukan Sekadar Imlek! ‘Cap Same’ di Tangerang Jadi Simbol Persatuan dan Keindahan Budaya Cina Benteng

by

KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Perayaan Imlek di Tangerang tahun ini terasa berbeda dengan digelarnya acara budaya bertajuk Cap Same di kawasan Heritage Tangerang.

Acara ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian Tahun Baru Lunar, tetapi juga simbol kuat pelestarian budaya lokal khas Cina Benteng yang telah lama berakar di masyarakat.

Pendiri Museum Benteng Heritage, Udaya Halim, menegaskan bahwa perayaan ini mengusung nilai 4K, yaitu Ketuhanan, Kebudayaan, Kebangsaan, dan Kesetaraan.

“Saya tidak memilih untuk menjadi orang Jawa, tapi saya lahir sebagai orang Indonesia. Di mata Tuhan kita semua sama,” ujar Udaya dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa identitas Tionghoa merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia dan harus dilihat sebagai kekuatan, bukan perbedaan.

Salah satu daya tarik utama acara ini adalah showcase pernikahan adat Ciao Tao, tradisi unik masyarakat Cina Benteng yang mencerminkan akulturasi budaya lokal.

Dalam prosesi tersebut, terlihat perpaduan unsur Tionghoa dan lokal, seperti ritual saweran beras kuning, penggunaan koin, hingga sajian jajanan pasar seperti onde-onde.

Perwakilan peserta, Iwan dan Langit, menyebut bahwa peragaan ini bukan sekadar simbolik, melainkan upaya menghidupkan kembali budaya yang hampir punah.

“Lewat Ciao Tao, kami ingin menunjukkan bahwa akulturasi ini melahirkan sesuatu yang sangat indah dan hanya dimiliki oleh Tangerang,” ungkap mereka.

Melalui perayaan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama.

Dengan semangat inklusivitas, Cap Same menjadi pengingat bahwa harmoni dalam keberagaman adalah kunci menuju Indonesia yang lebih kuat. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.