JAKARTA, KONSEPNEWS – Aksi unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung pada 25 Agustus lalu dinilai menjadi cerminan beratnya tantangan ekonomi dan sosial yang tengah dihadapi masyarakat. Hal itu disampaikan artis sekaligus aktivis perempuan, Camellia Lubis, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA).
Menurut Camellia Lubis, seharusnya momentum tersebut dijadikan pengingat bagi para wakil rakyat di DPR untuk lebih mengedepankan sikap empati terhadap penderitaan masyarakat.
“Demo besar-besaran pada tanggal 25 Agustus menjadi tanda bahwa rakyat Indonesia sedang menghadapi kesulitan ekonomi dan sosial yang berat. Kami percaya DPR bisa berempati dengan situasi kondisi rakyat,” ujar Camellia Lubis dalam keterangan persnya, Selasa (26/8).
Ia menyesalkan respons sejumlah anggota DPR yang dianggap cenderung arogan dan kurang menunjukkan kepedulian terhadap aspirasi rakyat, terutama di tengah beban kenaikan pajak yang terus meningkat.
“Sayangnya, banyak anggota DPR yang merespons aspirasi rakyat dengan arogansi. Padahal rakyat sedang terbebani, salah satunya karena peningkatan pajak,” tambahnya.
Camellia juga mengingatkan agar para wakil rakyat belajar dari pengalaman sejarah, baik dari peristiwa reformasi 1998 di Indonesia maupun demonstrasi besar di Perancis, ketika gelombang protes rakyat memuncak akibat kurangnya empati pemimpin terhadap kebutuhan mereka.
“Dengan bersabar, berempati, dan merespons aspirasi rakyat dengan baik, kita bisa menciptakan situasi yang lebih stabil dan harmonis,” tegasnya.
Lebih jauh, Camellia berharap aksi unjuk rasa 25 Agustus dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan rakyat dengan pemerintah, sekaligus membuka jalan bagi perubahan positif bagi bangsa. ***







