JAKARTA,KONSEPNEWS – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Jakarta Selatan tingkatkan pelayanan digitalisasi dan pengawasan di loket-loket pelayanan masyarakat. Hal itu untuk meminimalisir atau mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum.
Kanit Samsat Jakarta Selatan, AKP Selfi Meidiyanti mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan menjadi suatu keharusan di tengah perkembangan era digital. Hal itu ia sampaikan kepada awak media di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ) usai pelantikan dirinya bersama sejumlah pejabat lainnya beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pelayanan publik saat ini harus mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, yakni cepat, transparan, dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Lebih lanjut, AKP Selfi menekankan komitmen pihaknya dalam meminimalisir praktik percaloan yang berpotensi menimbulkan pungutan liar (pungli). Upaya tersebut dilakukan dengan memperketat pengawasan serta membatasi ruang gerak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di lingkungan Samsat Jakarta Selatan.
“Pengawasan akan terus diperketat agar praktik percaloan dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.
Kanit Samsat Jaksel mengimbau kepada masyarakat untuk mengurus administrasi kendaraan secara mandiri tanpa melalui perantara. Selain lebih hemat biaya, cara tersebut dinilai lebih aman dari potensi penipuan atau praktik tidak resmi.
“Jika memungkinkan, sebaiknya datang dan mengurus sendiri. Selain menghindari biaya tambahan, masyarakat juga tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.
AKP Selfi menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, seluruh jajaran di Samsat Jakarta Selatan diharapkan terus menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan prima demi kepuasan publik. Zan






