Cuaca Ekstrem Kembali Picu Banjir, Pemerintah Kota Turun Tangan

by

KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Tangerang sejak Selasa, 18 November 2025, memicu banjir di sejumlah titik dan membuat pemerintah kota bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Melalui BPBD dan sejumlah OPD terkait, Pemkot langsung menyalurkan bantuan, membuka posko pengungsian, serta menurunkan tim lapangan untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak terpenuhi. Langkah cepat ini menjadi kunci dalam menahan dampak lebih besar di tengah ancaman hujan susulan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, kondisi terbaru pada Rabu pagi menunjukkan ketinggian air di lokasi-lokasi terdampak masih berada di angka 35 hingga 90 sentimeter. Situasi tersebut membuat pemantauan debit air dilakukan secara intensif agar potensi banjir susulan dapat diantisipasi. Pemkot menegaskan bahwa tim gabungan tetap bersiaga penuh meski kondisi cuaca mulai menunjukkan perbaikan.

Wilayah dengan dampak paling besar ada di RT 02 RW 06 Kecamatan Cipondoh, yang dihuni sekitar 150 KK atau 350 jiwa. Aktivitas masyarakat di kawasan tersebut sempat terganggu oleh derasnya aliran air yang menggenangi rumah-rumah warga. Pemkot menilai lokasi tersebut membutuhkan intervensi cepat karena jumlah keluarga terdampaknya cukup tinggi dan akses lingkungan yang rentan tergenang.

BPBD telah membuka dua titik pengungsian bagi warga yang membutuhkan tempat aman. Masjid Al-Ma’arif menampung 20 KK atau sekitar 50 jiwa, sementara Rumah Potong Hewan (RPH) menampung 20 KK lainnya atau sekitar 150 jiwa. Petugas menyiapkan tenda, logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya agar aktivitas di pengungsian tetap berjalan aman dan nyaman.

Tidak sedikit pula warga yang memilih bertahan di rumah meski banjir masih berlangsung. Untuk itu, BPBD bersama aparat setempat melakukan pendampingan dengan memeriksa kondisi rumah, menyalurkan bantuan makanan, dan memastikan akses keluar-masuk warga tetap aman. Tim tetap melakukan penyisiran rutin untuk memastikan tidak ada warga yang terputus aksesnya.

Mahdiar menjelaskan bahwa personel gabungan telah dikerahkan untuk membersihkan jalan dari pohon tumbang, memastikan saluran air tetap berfungsi, serta membantu warga mengungsi bila diperlukan. Dinas Sosial Kota Tangerang juga mengirimkan bantuan permakanan dan kebutuhan dasar lainnya untuk memastikan warga terdampak tetap terpenuhi kebutuhannya selama masa darurat.

Pemkot Tangerang menyebut bahwa upaya ini bukan sekadar tindakan tanggap darurat, tetapi bagian dari mitigasi yang terus dikembangkan seiring meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem. Normalisasi genangan, peningkatan infrastruktur drainase, serta kesiapan personel menjadi bagian integral dalam memperkuat ketahanan kota terhadap bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat melalui Emergency Call Center 112 atau hotline BPBD 24 jam di 021-5582144. Pemkot berharap partisipasi warga dalam pelaporan dapat mempercepat penanganan dan mengurangi risiko keselamatan. Di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga Kota Tangerang tetap aman.

No More Posts Available.

No more pages to load.