Dari Tangerang ke Aceh, Relawan PMI Jaga Harapan Lewat Air Bersih

by
foto dok. pmi kota tangerang
foto dok. pmi kota tangerang

KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Distribusi air bersih ke wilayah terdampak banjir bandang Aceh tidak hanya menjadi misi kemanusiaan, tetapi juga ujian ketangguhan bagi relawan PMI. Ari Kurniawan, relawan PMI Kota Tangerang, harus menghadapi jalan berlumpur, jembatan nyaris runtuh, dan jalur tebing rawan longsor demi memastikan air bersih sampai ke tangan warga.

Dalam menjalankan tugasnya di Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Ari dan tim PMI Provinsi Banten mengandalkan pasokan air dari PDAM Peureulak. Dua truk tangki PMI dikerahkan untuk menjangkau tiga desa yang paling terdampak banjir bandang.

Kondisi medan menjadi tantangan utama. Jalan sempit di Desa Cet Mbon yang berada di tepi tebing berisiko longsor sewaktu-waktu, terlebih saat hujan turun. Lumpur tebal juga membuat ban truk berpotensi selip, memaksa relawan bergerak dengan ekstra kehati-hatian.

Meski demikian, distribusi air bersih tetap berjalan. Sekitar 90 ribu liter air berhasil disalurkan kepada warga yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan dasar pascabencana banjir bandang.

Bagi warga, air bersih bukan sekadar kebutuhan harian, tetapi juga penentu kesehatan dan kelangsungan hidup. Sebelumnya, sebagian warga terpaksa menampung air hujan untuk mandi dan minum karena tidak memiliki alternatif lain.

Respons warga menjadi penyemangat tersendiri bagi para relawan. Ucapan terima kasih sederhana dari warga yang akhirnya tidak lagi minum air hujan menjadi momen paling berkesan selama misi berlangsung.

Di sela tugas kemanusiaan, Ari mengaku merindukan keluarganya di Kota Tangerang. Namun, komunikasi yang mulai membaik di lokasi memungkinkan ia tetap terhubung dengan keluarga melalui panggilan video.

Ari dijadwalkan kembali ke Kota Tangerang pada 31 Desember 2025. Hingga saat itu, ia bersama relawan PMI lainnya berkomitmen menyelesaikan tugas kemanusiaan dan memastikan bantuan air bersih terus menjangkau warga yang membutuhkan di Aceh. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.