JAKARTA, KONSEPNEWS – PT TBS Energi Utama Tbk menegaskan komitmennya untuk meninggalkan bisnis berbasis batubara melalui implementasi Climate Transition Plan (CTP).
Langkah ini ditandai dengan divestasi dua aset pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pada 2024 yang berkontribusi besar terhadap emisi perusahaan.
Ke depan, TBS juga menargetkan penghentian operasional penambangan batubara pada 2027 sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi.
Transformasi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada struktur pendapatan perusahaan yang akan didominasi sektor non-fosil.
Hingga 2030, TBS menargetkan hampir 80% pendapatan berasal dari bisnis rendah karbon seperti energi terbarukan dan kendaraan listrik.
Dukungan dari Bank DBS Indonesia menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi strategi tersebut.
“Sebagai mitra terpercaya dalam transisi berkelanjutan, kami mendukung TBS tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga pendampingan strategis,” ujar Anthonius Sehonamin.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menghadirkan peta jalan dekarbonisasi yang kredibel dan dapat dieksekusi.
Dengan berbagai langkah konkret, TBS diproyeksikan menjadi salah satu perusahaan energi Indonesia yang terdepan dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon. san/*





