JAKARTA, KONSEPNEWS – Empat usaha yang dibangun Seno Radja dan Alex kini disebut banyak orang sebagai “gerakan bisnis humanis”. Bermula dari podcast BisnisArtis.com, kolaborasi keduanya menjelma menjadi empat lini usaha yang mengedepankan nilai empati: restoran bayar seikhlasnya, studio musik lokal, sekolah balet, dan meja bilyard komunitas.
Bagi mereka, keempat bisnis itu bukan sekadar strategi usaha, melainkan ruang perjumpaan antarhati. Restoran menghadirkan kepercayaan, studio musik menumbuhkan ekspresi, sekolah balet mendidik disiplin dan estetika, sementara meja bilyard menjadi ruang komunitas penuh tawa.
Seno mengaku konsep besar ini terinspirasi dari keyakinan bahwa ekonomi masa depan harus berpihak pada manusia, bukan sekadar angka. “Kami ingin membangun bisnis yang menyentuh hati, bukan sekadar menghitung untung,” katanya.
Alex menambahkan, empat usaha ini saling terhubung dan saling menguatkan. “Masing-masing punya nilai sosial, tapi semuanya berangkat dari satu hal: rasa percaya pada kebaikan,” ujarnya.
Podcast yang mempertemukan mereka menjadi saksi bahwa ide-ide besar bisa lahir dari percakapan yang tulus. Melalui BisnisArtis.com, banyak pengusaha muda kini mulai melihat bisnis bukan sebagai kompetisi, tapi kolaborasi.
Kini, komunitas di sekitar empat bisnis itu tumbuh pesat. Banyak pelanggan dan pengunjung yang merasa terlibat dalam sesuatu yang lebih besar—gerakan sosial berbasis bisnis empati.
Seno dan Alex pun berencana memperluas model ini ke kota lain. Mereka ingin membuktikan bahwa bisnis yang berakar pada kebaikan bisa berkelanjutan dan menguntungkan, baik secara finansial maupun emosional.
Kisah mereka akan segera diangkat dalam episode eksklusif di BisnisArtis.com, menginspirasi generasi baru entrepreneur yang ingin berbisnis dengan hati. san/*





