JAKARTA, KONSEPNEWS – Film drama aksi Elang telah tayang secara eksklusif di platform Vidio pada Senin, 21 Juli 2025 lalu. Dibintangi Ganindra Bimo, Lukman Sardi, Meisya Amira, Dewi Yull, dan Nina Kozok, film ini mengangkat cerita tentang konflik batin, pengorbanan, dan dilema moral yang jarang ditemui dalam film olahraga. Alur ceritanya yang mendalam membuat Elang lebih dari sekadar drama sepak bola; ini adalah potret kehidupan yang keras, penuh pilihan sulit.
Cerita berpusat pada Elang (Ganindra Bimo), seorang pemain tim nasional sepak bola Indonesia yang berasal dari keluarga sederhana. Di tengah perjuangannya, ia merantau ke Australia untuk bergabung dengan Sidney Warriors Football Club demi penghasilan yang lebih layak, guna membiayai pengobatan ibunya Asih (Dewi Yull) yang menderita Alzheimer.
Namun, ketika panggilan membela Tim Nasional Garuda datang, Elang dipaksa pulang dan berhadapan dengan konflik besar. Ia harus melawan mafia bola Hardiman (Lukman Sardi) yang mengancam keselamatan ibunya jika ia tidak mau mengatur skor pertandingan internasional.
Ganindra Bimo mengungkapkan peran ini memberinya tantangan emosional luar biasa. “Elang adalah karakter yang penuh luka, cinta, dan tanggung jawab. Saya ingin penonton merasakan setiap tarikan napas dari dilema hidupnya,” ujarnya.
Konflik film ini semakin kuat karena bukan hanya soal karier, tetapi juga harga diri sebagai atlet dan anak bangsa. Bagaimana seorang anak mampu memilih antara kehormatan tim nasional atau keselamatan orang tuanya menjadi pusat cerita yang menyayat.
Disutradarai dengan pendekatan realis, Elang menyuguhkan visual lapangan bola, suasana kompetisi, dan drama keluarga yang terasa nyata. Cerita ini menjadi refleksi sosial tentang integritas olahraga yang kerap tercoreng oleh kepentingan ekonomi.
Dewi Yull, yang berperan sebagai Asih, menambahkan, “Hubungan Elang dan ibunya sangat mengharukan. Saya ingin penonton melihat bagaimana cinta seorang anak bisa begitu besar ketika dihadapkan pada pilihan hidup dan mati.” san/*






