Gersha Jagwani Khawatir Pasien Thalassemia Tak Tertangani di Masa Covid-19

by
Gersha Jagwani bersama ayahnya Adam Jagwani yang memerankan Hans di Sinetron Si Doel Anak Sekolahan

Konsepnews.com – Merebaknya wabah virus covid-19 yang kini tengah mengguncang dunia membuat prihatin artis Gersha Jagwani yang merupakan Duta Thalasemia Nasional. Lantaran perhatian pemerintah saat ini lebih memfokuskan diri terhadap penanganan covid-19 ketimbang para pasien penyakit lain salah satunya penderita Thalasemia yang memang yang harus bolak balik ke rumah sakit untuk transfusi darah. Bahkan Gersha kian khawatir dengan para penderita Thalasemia yang rentan terpapar virus corona. Untuk itu dirinya berharap pemerintah juga perduli dengan mereka. Hal itu diungkapkan Gersha salam keterangan pers yang disampaikan kepada media, belum lama ini

“Sekarang mereka para penderita Thalasemia itu agak sulit untuk transfusi darah karena dengan adanya pembatasan orang berkumpul maka saat ini. Ini juga menyulitkan bagi saya untuk mengumpulkan pendonor ditambah lagi stok kantong darah mulai menipis di PMI, padahal itu satu-satunya harapan hidup mereka,” ungkap putri aktor senior Adam Jagwani, pemeran Hans dalam sinetron dan Film Si Doel itu.

Ditambahkan Gersha, hingga kini penyakit Thalassaemia sama seperti corona masih belum ada obatnya. Lebih bahaya lagi, kata dia, penderita Thalassaemia hanya bisa melakukan transfusi darah untuk kelangsungan hidupnya. Untuk itu Gersha berharap pihaknya bisa bekerjasama dengan PMI.

“Aku berharap ada solusi dari pemerintah untuk memberikan jalan keluar dari masalah ini bagi penderita Thalasemia. Karena setiap tahun, setidaknya ada 100 ribu anak yang lahir di dunia dengan Thalassaemia. Di Indonesia tidak kurang dari 3 ribu anak lahir dengan penyakit tersebut,” lanjutnya.

Tak hanya itu Gersha juga kini makin prihatin dengan kesulitannya penderita Thalasemia untuk mencari masker saat mereka melakukan transfusi darah di Rumah Sakit.

“Oleh sebab itu, saya mohon kepada pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan untuk menyediakan mereka masker dan darah bagi mereka. Karena mereka juga jadi orang yang sangat rentan terpapar Corona karena mereka sering bolak balik kerumah sakit. Dan semoga pihak rumah sakit bisa menyediakan setidaknya ruangan atau tenda  Yang terpisah dari lingkup rumah sakit agar mereka bisa melakukan tansfusi darah dengan aman,” pungkasnya. fik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *