Hackathon Ericsson 2025 Jadi Panggung Startup Indonesia Tawarkan Solusi 5G dan AI untuk Industri

by
(Ki-ka) Restu Yuni Widayati, Direktur PIDI atau Kepala Pusdiklat SDM Industri, Nies Purwati, Senior Director Government Affairs Qualcomm International, Daniel Ode, President Director of Ericsson Indonesia, Singapore, Philippines, and Brunei, Ahmad Cahyo Nugroho, Ketua Tim Pilar Delivery & Capability PIDI 4.0, Daniel Blockert, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, melakukan seremoni peluncuran Ericsson Hackathon 2025 dengan meletakkan tangan di layar sebagai simbol dimulainya kompetisi inovasi berbasis 5G dan AI (18/9). Melalui Ericsson Hackathon 2025, Ericsson dan para mitra percaya akan lahir talenta digital Indonesia yang mampu menciptakan solusi lintas sektor untuk mendukung transformasi digital nasional. foto dok. ericsson
(Ki-ka) Restu Yuni Widayati, Direktur PIDI atau Kepala Pusdiklat SDM Industri, Nies Purwati, Senior Director Government Affairs Qualcomm International, Daniel Ode, President Director of Ericsson Indonesia, Singapore, Philippines, and Brunei, Ahmad Cahyo Nugroho, Ketua Tim Pilar Delivery & Capability PIDI 4.0, Daniel Blockert, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, melakukan seremoni peluncuran Ericsson Hackathon 2025 dengan meletakkan tangan di layar sebagai simbol dimulainya kompetisi inovasi berbasis 5G dan AI (18/9). Melalui Ericsson Hackathon 2025, Ericsson dan para mitra percaya akan lahir talenta digital Indonesia yang mampu menciptakan solusi lintas sektor untuk mendukung transformasi digital nasional. foto dok. ericsson

JAKARTA, KONSEPNEWS – Gelaran Hackathon: Indonesia’s NextGen Digital Sprint with 5G and AI edisi 2025 yang diinisiasi Ericsson bersama Qualcomm, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), membuka jalan baru bagi startup Indonesia untuk melangkah lebih jauh dalam peta inovasi global. Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang akselerasi bagi ide-ide digital yang bisa langsung diterapkan di dunia industri.

Melanjutkan kesuksesan edisi 2024, tahun ini hackathon hadir dengan cakupan lebih luas dan fokus pada sektor industri yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional: manufaktur, pertambangan, pertanian, dan perdagangan. Para peserta didorong untuk menghadirkan solusi konkret berbasis 5G dan kecerdasan buatan yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta daya saing global.

Ericsson menegaskan pentingnya inovasi berbasis kolaborasi untuk menjawab tantangan nyata industri Indonesia. “Kapabilitas 5G yang andal, aman, dan tangguh membuka peluang penerapan AI dalam skala besar. Karena itu kami mengajak startup dan akademisi lokal menghadirkan solusi nyata lintas sektor. Inisiatif ini bukan hanya kompetisi, melainkan jalan menuju ekosistem digital yang tangguh,” ujar Daniel Ode, President Director of Ericsson Indonesia, Singapore, Philippines, and Brunei.

Dari sisi mitra global, Qualcomm menilai potensi startup Indonesia sangat besar untuk berkembang melalui akses teknologi mutakhir. “Kami percaya AI memegang peran transformatif di hampir setiap industri. Melalui Hackathon ini, kami ingin melihat bagaimana talenta lokal mampu memanfaatkan AI dan 5G untuk mengubah cara bisnis beroperasi dan menciptakan manfaat lebih luas,” jelas Nies Purwati, Senior Director of Government Affairs for Southeast Asia and Pacific at Qualcomm International Inc.

Kemenperin memandang ajang ini sebagai sarana strategis dalam mendukung Making Indonesia 4.0. “Hackathon 2025 menyediakan ruang bereksperimen bagi generasi muda, khususnya startup. Dengan bimbingan pakar global, mereka dapat menghasilkan prototipe yang relevan untuk kebutuhan industri, terutama manufaktur nasional,” kata Drs. Masrokhan, MPA., CGCAE, Kepala Badan Pengembangan SDM Industri Kemenperin.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital menilai hackathon ini memberi nilai tambah dalam penyediaan talenta digital nasional. “Inovasi 5G dan AI yang lahir dari Hackathon siap diimplementasikan di dunia nyata. Dengan proyeksi kebutuhan 9 juta talenta digital pada 2030, ajang seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem digital nasional,” ujar Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi.

Hackathon ini menyediakan hadiah total Rp190 juta, namun nilai utamanya ada pada kesempatan networking, pembinaan, dan akses ke pasar yang lebih luas. Bagi startup, partisipasi ini bisa menjadi batu loncatan menuju kerjasama dengan industri besar, bahkan ekspansi ke level regional.

Pendaftaran Hackathon Ericsson 2025 dibuka hingga 17 Oktober 2025 melalui situs resmi www.ericsson.com/indonesia-hackathon. Ajang puncak sekaligus pengumuman pemenang akan digelar pada 14 November 2025. Bagi startup dan akademisi, inilah kesempatan emas untuk membuktikan diri di panggung inovasi digital berbasis 5G dan AI. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.