Konsepnews.com – Konten YouTube ‘Rey Utami & Benua’ menjadi sorotan publik, setelah munculnya kasus ‘ikan asin’ yang menyinggung isu sensitif. Agar tak terulang, YouTuber diharapkan tak kebablasan demi mencari subscriber dan viewers.
“Tentunya jangan sampai performa itu disalahgunakan. Jangan sampai pula hanya untuk mendapatkan subscriber, rating, atau viewers sehingga kebablasan dan menyerang privacy seseorang,” ujar Ketua Umum Indonesia Feminist Lawyers Club (ILFC), Nur Setia Alam Prawiranegara, di Jakarta, baru-baru ini.
ILFC merupakan kumpulan advokat yang perhatian utamanya menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. Nur Setia Alam mengatakan, pihaknya mengecam segala bentuk penghinaan yang dilakukan oleh tersangka Galih Ginanjar terhadap mantan istrinya, Fairuz A Rafiq.
“IFLC mengecam berbagai pihak yang turut mengambil keuntungan dari penghinaan GG (Galih Ginanjar) terhadap FR (Fairuz),” sebutnya.
Nur Setia mengatakan, pihaknya mendukung pihak kepolisian dalam mengusut tuntas perkara tersebut. Diharapkan, penyelidikan polisi juga tidak berhenti kepada ketiga tersangka.
“Karena kasus ini membawa dampak direndahkannya posisi korban perempuan, yang pada gilirannya berdampak sangat merugikan perempuan dan anak,” tuturnya.
“Kami juga mendorong disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual agar perlindungan terhadap perempuan sebagai korban kekerasan lebih terjamin,” pungkas Nur Alam. ic






