TANGSEL, KONSEPNEWS – Menjelang Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 6 Juni 2025, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat pengawasan terhadap hewan kurban di seluruh wilayahnya. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh hewan yang akan disembelih dalam kondisi prima dan layak konsumsi bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, secara langsung melakukan inspeksi ke sejumlah peternakan dan lapak penjualan hewan kurban. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Lapak/Kandang Peternak Lembu Tangsel Pak Edi di kawasan BRIN Puspitek, Kecamatan Setu. Inspeksi ini menjadi bukti komitmen Pemkot Tangsel dalam menjaga kualitas hewan kurban.
“Kami memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dan didistribusikan di Kota Tangsel dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat,” ujar Pilar di sela-sela inspeksi. Menurutnya, kesehatan dan kelayakan hewan kurban adalah prioritas utama demi keamanan pangan masyarakat.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter hewan dari dinas terkait berlangsung secara menyeluruh. Proses pengecekan mencakup berbagai aspek, mulai dari peninjauan umur dan kondisi fisik hewan, pemeriksaan gigi, hingga pengecekan organ dalam setelah proses penyembelihan. Ini semua dilakukan agar masyarakat yang menerima daging kurban mendapatkan produk yang bermutu tinggi.
“Pemeriksaan dilakukan sejak sebelum pemotongan hingga pasca penyembelihan, sehingga aman dan kualitasnya terjaga sampai ke masyarakat penerima,” tambah Pilar, menekankan pentingnya pengawasan berlapis untuk mencegah penyebaran penyakit dan memastikan daging kurban benar-benar aman dikonsumsi.
Berdasarkan hasil inspeksi yang telah dilakukan sejauh ini, kondisi hewan kurban di Kota Tangsel menunjukkan hasil positif. Dari total 53 lapak penjualan dengan 4.330 ekor hewan kurban yang tersebar, seluruhnya dinyatakan aman dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Tangsel mencatat bahwa lebih dari 3.000 ekor hewan kurban siap didistribusikan dari lebih dari 50 titik lapak dan peternakan yang tersebar di wilayah Tangsel. Angka ini menunjukkan kesiapan kota dalam memenuhi kebutuhan kurban masyarakat.
Menariknya, terjadi peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini, yang mencapai sekitar 20 persen dibanding tahun lalu. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban semakin meningkat, seiring dengan kesiapan pemerintah daerah dalam menjamin kualitas dan keamanan hewan kurban. san/*





