KABUPATEN TANGERANG, KONSEPNEWS – Memasuki momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang selalu diikuti meningkatnya mobilitas masyarakat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang memperketat pengawasan layanan di SPBU. Fokus utama adalah memastikan alat ukur BBM berjalan sesuai standar sehingga masyarakat tidak dirugikan, terlebih pada jalur dengan volume kendaraan tinggi.
Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan distribusi BBM berjalan transparan. Enam SPBU diuji langsung melalui tim kemetrologian yang memeriksa tingkat akurasi dispenser BBM berdasarkan ketentuan resmi pemerintah. “Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan keakuratan alat ukur di SPBU tersebut, sehingga masyarakat tidak perlu ragu adanya kecurangan,” ujarnya.
Resmiyati menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktorat Metrologi terkait pengamanan konsumen di momen hari besar nasional. Menurutnya, setiap SPBU wajib memastikan takaran BBM sesuai dengan volume yang dibayar pelanggan. “Kalau masyarakat beli satu liter, ya harus dapat satu liter. Itu hak mereka,” tegasnya.
Kepala Bidang Kemetrologian Disperindag, Fery Saputra, menyampaikan bahwa tim gabungan melakukan pengecekan sejak 9 sampai 10 Desember. Selain menguji takaran, tim juga memonitor ketersediaan BBM di SPBU yang rawan lonjakan permintaan. “Kami juga memastikan ketersediaan stok BBM di Kabupaten Tangerang aman menjelang Nataru,” ujar Fery.
Menurut Fery, kehadiran pengawasan rutin ini bukan hanya menciptakan kepastian transaksi, tetapi juga mendorong terciptanya kultur pelayanan yang bersih dan transparan. Ia meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di SPBU. “Jika ada kecurangan, masyarakat diminta melapor dengan bukti ke Bidang Metrologi Disperindag Kabupaten Tangerang,” katanya.
Pihaknya juga mengingatkan pengguna jalan untuk tetap waspada selama libur Nataru, mengutamakan keselamatan berkendara, dan menghindari perjalanan pada jam rawan jika tidak mendesak. Dengan pengawasan terukur dan kolaborasi semua pihak, pemerintah daerah berharap momentum liburan akhir tahun dapat berlangsung aman, tertib, dan tanpa praktik curang di lapangan. san/*







