Kasuban PAD Jakut: Lahan Pemakaman Khusus Covid-19 di Rorotan Masih Luas, Tak Perlu Penambahan Lahan

by

Konsepnews.com, Jakarta – Lahan pemakaman khusus Covid-19 di Rorotan, Jakarta Utara, dinilai cukup luas dan masih tersedia untuk pemakaman jenazah yang meninggal karena Covid-19.

Hal ini dipaparkan oleh Kepala Suku Badan Pengelola Aset Daerah (PAD) Jakarta Utara Ratna Diah Kurniati dalam forum group discussion (FGD) bertajuk “Sengkarut Data Asset DKI & Penanganan Covid19 Pemprov DKI”, di salah satu hotel di kawasan Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (2/7/2021).

“Saat ini di Rorotan sudah terisi 1.754 petak makam. Per hari itu terhitung 1 Juli ya, sekitar 130-an jenazah yang dimakamkan di Rorotan. Keseluruhan lahan yang tersedia itu ada 53 hektar. Yang terpakai baru 2 hektar. Jadi lahan pemakaman itu masih luas dan tidak pernah ada penambahan lahan,” ujar Ratna Diah.

Dapat dipastikan, lahan pemakaman Rorotan masih sangat luas dan tidak pernah ada penambahan lahan. “Kalau 2 hektare lahan di Rorotan itu sudah penuh terisi, maka masih ada sisa lahan sebanyak 53 hektare dapat digunakan. Jadi memang belum perlu ada perluasan lahan,” terang Ratna Diah.

Sementara itu, terkait adanya kabar pengangkutan jenazah terpapar Covid-19 yang diangkut menggunakan truk di Rorotan, merupakan berita yang tidak benar. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia For Transparancy and Accountability (INFRA), Ir Agus A Chairudin yang turut dalam giat diskusi tersebut.

“Perlu saya tegaskan bahwa kabar adanya pengangutan jenazah pakai truk di Rorotan itu tidak benar. Ini hasil temuan dan investigasi dari INFRA. Kita mengirim tim untuk investigasi, dan itu tidak ada pengangkutan jenazah pakai truk di sana,” jelas Agus A Chairudin.

Agus menerangkan bahwa pihaknya mempunyai bukti yang jelas. “Kita punya bukti, baik itu foto, video, maupun wawancara. Jadi tidak ada itu pengangkutan jenazah pakai truk di Rorotan,” beber Agus A Chairudin.

Dalam giat diskusi bertajuk “Sengkarut Data Asset DKI & Penanganan Covid19 Pemprov DKI” ini, selain Ratna Diah dan Ir Agus A Chairudin, juga dihadiri oleh Pengamat Kebijakan Publik, H Amir Hamzah. yz