Kemendikbud Perkenalkan Tokoh Pers Dibalik Sumpah Pemuda lewat Pameran

by

Konsepnews.com, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93 yang jatuh pada 28 Oktober 2021 mendatang, Museum Sumpah Pemuda, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), membuka Pameran Tokoh Pers di Balik Sumpah Pemuda bertema “Lawan!”, di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Jumar (21/10/21).

Pameran ini bisa dikunjungi secara langsung pada 22-31 Oktober 2021 di M Bloc Space, Jakarta Selatan. Direktur Perfilman, Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Ahmad Mahendra memberikan alasan, mengapa mengambil tema tersebut dengan memperkenalkan tokoh pers pada momen Sumpah Pemuda.

“Para pemuda dengan patriotismenya di era pergerakan nasional sebagian besar adalah para jurnalis, seperti Tjipto, Soekarno, Siti Sundari, W.R. Supratman, dan sebagainya,” ujar Ahmad Mahendra, di sela acara pembukaan pameran.

Dikatakannya, jika berbicara mengenai Sumpah Pemuda, tentunya harus kita sadari bahwa fondasi kebangsaan Indonesia dibangun oleh tradisi pers para pemuda Indonesia di awal abad 20.

“Pers saat itu adalah alat perlawanan terhadap kolonialisme, sekaligus menyatukan kolektivitas tanah air dalam kesadaran berbangsa,” ungkap Mahendra.

Ahmad Mahendra meninjau Pameran Tokoh Pers di Balik Sumpah Pemuda bertema “Lawan!”

“Para tokoh pers ini bergerak bersama melawan penjajah, mengabarkan semangat persatuan Indonesia, dan juga menyadarkan masyarakat bahwa mereka mempunyai sebuah bangsa bernama Indonesia yang layak untuk diperjuangkan dan dimerdekakan,” tambahnya.

Dengan begitu, menurutnya sangat tepat jika Museum Sumpah Pemuda mengadakan Pameran Tokoh Pers di Balik Sumpah Pemuda yang mengusung tema “Lawan!”.

“Kita bisa belajar dari pengalaman sebagai sebuah bangsa, betapa pentingnya merawat semangat persatuan dan kebinekaan kita dalam simpul kebangsaan,” jelasnya.

Ahmad Mahendra juga mengungkapkan, bahwa dengan semangat itulah, kita bisa bangkit dan bergerak bersama agar Indonesia tetap tumbuh sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

“Jika dahulu kita bersatu melawan kolonialisme, sekarang kita bergotong royong, menyongsong tantangan demi tantangan Indonesia di era global, agar Indonesia bisa lebih baik lagi ke depan,” tuturnya.

Pameran ini adalah refleksi perjuangan tokoh pers Sumpah Pemuda menghadapi Pemerintah Kolonial Belanda. “Mereka sebagian besar adalah jurnalis yang kerap menggelorakan semangat kebangsaan Indonesia,” jelas Mahendra.

Sebagai informasi, pameran ini juga dapat dilihat secara daring mulai tanggal 22 Oktober- 9 November 2021 melalui media Zoom Meeting dan laman pameran https://www.pameranlawan.com.

Melalui daring pengunjung bakal disuguhi konten kreatif dan layanan tur virtual 360° sehingga memberikan pengalaman nyata seolah-olah berkunjung secara langsung. yz