JAKARTA, KONSEPNEWS – Ketua Majelis Hikmah Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), Taufik Rahzen bersama Sekretaris Majelis Hikmah, Handi Jatna, secara resmi mengukuhkan kepengurusan KITA untuk periode 2025-2030 dalam sebuah acara di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Senin (17/3/2025).
Pelantikan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum KITA, KH Maman Imanulhaq, Sekretaris Jenderal Camelia Panduwinata Lubis, Bendahara Umum Vicky Anggriawan, serta jajaran pengurus KITA dari tingkat pusat hingga daerah.Sebelum prosesi pelantikan, kegiatan diawali dengan diskusi publik bertajuk “Seni Budaya dan Hak Cipta: Menghadapi Tantangan di Era Digital”, yang menghadirkan para pemikir, budayawan, dan akademisi. Acara semakin meriah dengan adanya bazar produk lokal serta penampilan dari penyanyi nasional, Nana Mardiana, yang menghibur para tamu undangan. Selain itu, panitia juga memberikan bingkisan lebaran kepada budayawan yang hadir.Dalam sambutannya, Taufik Rahzen, yang juga merupakan salah satu pendiri KITA, menyampaikan apresiasi terhadap kepengurusan sebelumnya yang telah berkontribusi dalam membangun organisasi ini menjadi wadah aktif dalam transformasi sosial, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.”Kepengurusan sebelumnya telah meletakkan fondasi yang kuat untuk kemajuan KITA. Kini, tugas kita bersama adalah melanjutkan estafet perjuangan ini dengan semangat baru dan inovasi yang lebih segar,” ujar Taufik.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa KITA harus terus menjadi wadah yang memperkuat kebudayaan nasional serta mempererat persatuan bangsa.”KITA bukan sekadar organisasi, tetapi juga sebuah gerakan kebangsaan yang menjadikan budaya sebagai pilar utama. Kita harus mampu menjawab tantangan zaman, terutama di era digital ini. KITA hadir untuk mempertemukan pemikiran, menyatukan energi sosial, dan memperkuat kebangsaan. Kita tidak hanya bergerak di ranah budaya, tetapi juga merespons tantangan zaman dengan gagasan dan aksi nyata,” tegasnya.Senada dengan itu, Ketua Umum KITA, KH Maman Imanulhaq, menyoroti pentingnya peran KITA dalam membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.”KITA adalah ruang dialog, kolaborasi, dan solusi. Kita ingin membangun Indonesia yang lebih inklusif, di mana budaya, sosial, dan kebangsaan berjalan seiring untuk menciptakan peradaban yang lebih baik,” ungkapnya.Dalam kesempatan yang sama, kepengurusan KITA DKJ Jakarta dan Banten juga resmi dikukuhkan. Pelantikan dua kepengurusan daerah ini dilakukan langsung oleh KH Maman Imanulhaq, dengan Very sebagai Ketua KITA DKJ Jakarta dan Moh. Jumri sebagai Ketua KITA Banten. ***





