JAKARTA, KONSEPNEWS – Kolaborasi Qodir dan Arya Novanda dalam LOGILA! menghadirkan warna baru di musik rock Indonesia. Lagu ini tidak hanya mengandalkan distorsi dan tempo cepat, tetapi juga menggali kedalaman emosi melalui sentuhan blues yang getir.
Qodir memposisikan LOGILA! sebagai suara kolektif bagi mereka yang lelah dengan manipulasi dan ketidakadilan. Tema tersebut dieksekusi dengan lirik lugas yang menohok, tanpa metafora berlapis yang justru melemahkan pesan.
Dul Jaelani menuturkan bahwa pengalaman personalnya menjadi pintu masuk penulisan lagu ini. Namun, proses kreatif membuatnya sadar bahwa keresahan itu bersifat universal. “Banyak orang yang merasa sama, hanya saja mereka tidak punya ruang untuk bersuara,” katanya.
Keputusan menggandeng Arya Novanda memperkuat dimensi emosional lagu. Blues yang dibawanya terasa sebagai jeritan sunyi yang berpadu dengan teriakan lantang khas rock Qodir.
“Ini kolaborasi yang sangat organik. Kami tidak berpikir soal genre, hanya soal kejujuran rasa,” ujar Arya Novanda.
Produksi lagu dipercayakan kepada Viki Vrananta, yang dikenal mampu menangkap karakter mentah band tanpa menghilangkan kekuatan emosinya. Hasilnya, LOGILA! terdengar kasar, jujur, dan penuh energi.
Sebagai band yang lahir pada 2022 dengan album perdana Seribu Bulan, Qodir menunjukkan konsistensi sikap lewat lagu ini. Mereka tidak sekadar bermain musik, tetapi juga membawa pesan.
Dengan dirilisnya video lirik di kanal YouTube resmi Qodir, LOGILA! siap menjadi anthem bagi mereka yang memilih bersuara ketimbang diam menghadapi ketidakadilan. san/*






