Kontingen Sepatu Roda Tangerang Kian Diperhitungkan, Perserosi Siapkan Peta Jalan Menuju PON 2032

by

KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Dominasi atlet sepatu roda Kota Tangerang di ajang Jakarta Open Internasional (JOI) 2025 menandai kebangkitan baru dunia olahraga roda cepat di daerah tersebut. Dengan torehan tiga medali emas, sejumlah medali perak, dan perunggu, para atlet muda ini menunjukkan kapasitas kompetitif yang mampu menyaingi kontingen dari berbagai daerah hingga mancanegara. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, menyebut prestasi tersebut membuktikan bahwa pembinaan atlet usia dini di Kota Tangerang berjalan ke arah yang tepat. “Kami bangga karena anak-anak kita mampu bersaing menghadapi atlet dari daerah maupun luar negeri. Mereka masih muda, tetapi mental bertandingnya sudah luar biasa,” ujarnya.

Panggung JOI 2025 menjadi momentum penting bagi nama-nama muda seperti Azki Naraya Nugroho yang berhasil meraih tiga emas di tiga nomor berbeda dan menyabet gelar pemain terbaik. Ia juga menambahkan satu medali perak di nomor relay 1.800 meter. Menurut Kaonang, pencapaian ini adalah gambaran nyata hasil pembinaan berkelanjutan yang terus ditingkatkan pemerintah daerah bersama klub dan federasi olahraga. Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan akhir dari perjuangan para atlet muda Tangerang, melainkan pintu pembuka kesempatan yang lebih besar.

Keberhasilan kontingen Tangerang semakin lengkap dengan kontribusi atlet lain seperti Shafira Aulia Rizky yang meraih perunggu team sprint 500 meter, Melvira Azzahra yang mendapatkan dua medali perunggu, serta Azka Naraya Nugroho dan Benjamin Selim Fitriadi yang berhasil membawa pulang medali perunggu di nomor relay 3.000 meter. Rangkaian pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Tangerang tidak hanya bertumpu pada satu atlet, tetapi didukung kedalaman skuad yang semakin matang dari tahun ke tahun.

Wakil Ketua Umum Perserosi Kota Tangerang, Saefulloh, menyatakan bahwa organisasi akan terus memperkuat pembinaan jangka panjang agar para atlet muda ini mampu bersaing dalam kompetisi bertaraf nasional dan internasional. “Kami berkomitmen menyediakan sarana latihan yang lebih layak serta program pengembangan yang berkelanjutan untuk mendukung kualitas atlet,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi bahan evaluasi dan motivasi penting agar proses pembinaan berjalan lebih sistematis.

Perserosi Kota Tangerang menargetkan kompetisi selanjutnya seperti BSD Inline Skate Series 3 menjadi ajang pembuktian lanjutan para atlet. Dengan persaingan yang semakin ketat, Saefulloh menilai bahwa pengalaman bertanding menjadi kunci peningkatan kualitas atlet. “Prestasi ini harus menjadi momentum agar anak-anak terus terpacu untuk tampil lebih baik di kompetisi berikutnya,” imbuhnya.

Lebih jauh, Perserosi telah menetapkan arah pembinaan menuju persiapan jangka panjang menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032. Atlet-atlet muda yang kini mendominasi JOI 2025 diharapkan menjadi tulang punggung tim Kota Tangerang pada ajang nasional tersebut. Dengan usia yang baru menginjak 10–16 tahun, mereka diprediksi memasuki usia emas prestasi ketika PON 2032 berlangsung.

Momentum besar ini sekaligus menegaskan posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah penyumbang atlet sepatu roda berprestasi di Indonesia. Dengan pembinaan yang tepat dan dukungan fasilitas yang semakin diperkuat, peluang Kota Tangerang mengirimkan atlet berkualitas ke panggung nasional semakin terbuka lebar. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.