Lebaran Berkah, Nastar Asal Kota Tangerang Tembus Jerman dan Belanda

by

KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Kota Tangerang kembali menunjukkan geliat ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Di tengah padatnya pemukiman di Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, tepatnya di RT 02 dan RT 05 RW 01, lahir sebuah sentra industri rumahan yang dikenal sebagai Kampung Nastar. Kawasan ini telah eksis selama belasan tahun dan kini produknya sukses menembus pasar internasional.

Kampung Nastar menjadi bukti nyata bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu tumbuh dari lingkungan perkampungan dan bersaing hingga mancanegara. Tercatat, saat ini terdapat sekitar 26 industri rumahan aktif, dengan rincian tujuh unit di RT 02 dan 19 unit di RT 05 RW 01. Produk andalan berupa nastar dan aneka kue kering lainnya bahkan telah dipesan hingga ke Jerman, Belanda, dan Malaysia.

Lurah Larangan Utara, Iwan Bambang Subekti, mengungkapkan kebanggaannya atas semangat kemandirian warganya. Menurutnya, Kampung Nastar adalah contoh sukses pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi dan ketekunan warga di RT 02 dan RT 05, RW 01 ini. Keberadaan Kampung Nastar bukan hanya soal produksi kue, tapi tentang bagaimana warga bisa merangkul satu sama lain untuk bekerja dan menambah omzet keluarga tanpa harus keluar jauh dari wilayah sendiri,” ujarnya.

Ia berharap semangat kewirausahaan ini bisa menginspirasi wilayah lain di Larangan Utara.

“Harapan saya sebagai pembina wilayah, mudah-mudahan semangat Kampung Nastar ini merambah ke RT lain. Manfaatnya jelas untuk menambah pundi-pundi cuan bagi warga dan menciptakan kebanggaan bagi wilayah masing-masing karena prestasinya,” tambahnya.

Salah satu penggerak utama Kampung Nastar adalah Nuni Aryastuti, pemilik Nuni Cookies. Usaha keluarga yang dirintis sejak 1987 itu menjadi cikal bakal terbentuknya ekosistem industri kue kering di wilayah tersebut.

“Dulu ibu saya yang mengelola, lalu saya teruskan. Karyawan-karyawan kami kemudian banyak yang membuka usaha sendiri di lingkungan ini, hingga akhirnya pengurus RT dan RW mencetuskan nama Kampung Nastar,” jelas Nuni.

Menjelang Idulfitri, aktivitas produksi meningkat drastis. Nuni Cookies bahkan beroperasi 24 jam nonstop dengan sistem shift untuk memenuhi lonjakan pesanan. Dengan dukungan oven listrik modern, kualitas warna dan tingkat kematangan kue tetap terjaga konsisten meski menggunakan hingga 60 kilogram margarin per hari.

Dampak ekonomi dari Kampung Nastar pun sangat terasa. Industri rumahan ini menyerap tenaga kerja lokal, terutama ibu-ibu rumah tangga yang kini memiliki penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, khususnya menjelang hari raya.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi kelezatan nastar khas Larangan Utara, dapat langsung mengunjungi Gang Subur RT 02, RW 01, No. 81 atau melalui akun Instagram @nunicookiez. Kampung Nastar bukan sekadar sentra kue kering, melainkan simbol kemandirian dan kebanggaan UMKM Kota Tangerang. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.