JAKARTA, KONSEPNEWS – Praktik liburan cashless kian menemukan momentumnya seiring berkembangnya fitur pembayaran digital yang terintegrasi dengan kebutuhan perjalanan. Masyarakat kini tidak hanya menggunakan dompet digital untuk bertransaksi, tetapi juga untuk merencanakan perjalanan, berbagi biaya, hingga menikmati pengalaman liburan lintas negara dengan lebih sederhana.
Salah satu kebutuhan utama wisatawan adalah kemudahan merancang perjalanan. Mini program Travel by Voyager di dalam aplikasi DANA memungkinkan pengguna mengatur tiket pesawat, kereta, hotel, hingga sewa mobil dalam satu platform, sehingga proses perencanaan menjadi lebih ringkas dan efisien.
Bagi wisatawan luar negeri, tantangan menukar uang tunai juga mulai ditinggalkan. Melalui QRIS Cross Border, pengguna dapat bertransaksi di berbagai negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang cukup dengan memindai QR. Selain praktis, metode ini membantu pengeluaran tetap tercatat rapi tanpa repot membawa mata uang asing.
Di dalam negeri, efisiensi waktu menjadi nilai tambah pembayaran digital. Teknologi QRIS Tap berbasis NFC memungkinkan pengguna membayar transportasi publik dan belanja cukup dengan sekali sentuh, tanpa perlu memindai kode. Hal ini dinilai efektif mengurangi antrean dan memaksimalkan waktu liburan.
Liburan berkelompok pun tak lepas dari sentuhan teknologi. Laporan Populix menunjukkan 52 persen wisatawan Indonesia bepergian bersama keluarga dan 22 persen bersama teman, dengan rata-rata anggaran Rp5 juta. Fitur Split Bill memudahkan pembagian biaya tanpa harus satu orang menalangi seluruh pengeluaran.
Selain itu, budaya berbagi selama liburan juga menemukan medium baru melalui fitur DANA Kaget. Berbagi saldo secara instan menjadi cara sederhana mempererat kebersamaan di tengah perjalanan.
Olavina Harahap menegaskan bahwa ekosistem pembayaran digital dirancang mengikuti kebutuhan nyata pengguna. “Kami ingin memastikan perjalanan masyarakat lebih simpel dan bebas ribet. Namun, literasi keamanan digital tetap harus dijaga agar manfaat teknologi bisa dirasakan secara optimal,” katanya.
Transformasi ini menunjukkan bahwa liburan modern bukan hanya soal destinasi, tetapi juga pengalaman finansial yang efisien, transparan, dan aman. san/*






