JAKARTA, KONSEPNEWS – Setelah satu dekade berlalu, LYLA kembali jadi bahan pembicaraan di kalangan anak muda. Lagu Ga Romantis versi terbaru membuat band pop ini naik daun lagi, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa yang mengenal mereka lewat media sosial. Dari TikTok hingga Reels Instagram, lagu ini ramai digunakan untuk video bertema cinta sederhana dan hubungan yang realistis.
Fenomena ini seperti membawa LYLA ke era kejayaan keduanya. Band yang dahulu populer dengan lagu-lagu seperti Detik Terakhir dan Dan Lagi itu kini kembali dikenal oleh generasi Gen Z. “Banyak yang bilang, mereka baru tahu lagu ini ternyata dari LYLA. Rasanya lucu tapi menyenangkan, artinya kami berhasil menembus generasi baru,” kata Ario Setiawan, vokalis LYLA.
Tak hanya lewat dunia digital, dampak kepopuleran lagu ini terasa nyata di dunia offline. Tawaran tampil di berbagai pentas seni sekolah dan kampus datang silih berganti. Dalam setiap panggungnya, ribuan pelajar ikut bernyanyi bersama, membuktikan bahwa lagu Ga Romantis masih relevan dan punya daya hidup baru.
Menurut Fare, gitaris LYLA, fenomena ini menunjukkan bahwa musik yang jujur dan tulus akan selalu menemukan pendengarnya, kapan pun dan di mana pun. “Kami nggak bikin lagu buat viral, tapi buat jujur pada diri sendiri. Ternyata kejujuran itu yang bikin orang relate,” ujarnya.
Bagi banyak pendengar muda, Ga Romantis terasa seperti cermin dari kehidupan cinta mereka yang spontan dan tidak berlebihan. Di tengah dominasi musik digital dan lagu-lagu viral yang cepat berlalu, karya LYLA justru bertahan karena pesan sederhananya.
“Lagu ini punya pesan universal — cinta nggak harus berlebihan, tapi harus tulus. Itu yang bikin anak-anak muda suka,” tambah Dharma, kibordis LYLA.
Kebangkitan LYLA di kalangan generasi baru menegaskan kemampuan mereka untuk tetap relevan tanpa kehilangan jati diri. Di saat banyak band 2000-an mulai redup, LYLA justru menemukan momentum baru lewat musik yang sudah lebih matang.
“Bagi kami, ini bukan sekadar nostalgia. Ini kebangkitan. Kami senang bisa kembali didengar oleh generasi yang bahkan belum lahir saat kami mulai dulu,” kata Ario menutup dengan senyum. san/*







