KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Puluhan anak-anak dari usia TK hingga kelas 6 SD mengikuti kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al Muhajirin, Buana Permai, lingkungan RW 09, Kelurahan Cipondoh, Kota Tangerang.
Kegiatan berlangsung selama tujuh hari, mulai Ahad (1/3/2026) hingga Sabtu (7/3/2026), setiap ba’da Salat Ashar. Anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, khidmat, dan penuh antusiasme.
Koordinator Sanlat Ramadan Masjid Al Muhajirin, Agung Setia Rini, mengatakan jumlah peserta meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun lalu hanya sekitar 50 anak, namun tahun ini mencapai 71 peserta. Peningkatan ini menunjukkan antusiasme anak-anak dan dukungan orang tua yang tinggi terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan masjid,” ujar Agung.
Selama sanlat berlangsung, para peserta mendapatkan materi keagamaan mulai dari rukun iman dan rukun Islam, kisah para nabi, hafalan Al-Qur’an, menulis huruf Arab, hingga praktik ibadah seperti wudhu dan salat. Anak-anak juga mengikuti kegiatan kreatif seperti mewarnai untuk menambah pengalaman belajar.
Agung menambahkan, dukungan dari pengurus DKM Masjid, remaja lingkungan, dan wali santri sangat membantu kelancaran kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga sanlat ini menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Muhajirin, Asep Hidayat, menekankan pentingnya sanlat sebagai program rutin yang digelar setiap Ramadan.
“Sanlat ini sudah menjadi agenda tahunan DKM. Alhamdulillah peserta selalu meningkat tiap tahun dan anak-anak antusias mengikutinya. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter mereka, membuat mereka lebih tertib salat berjamaah, serta sopan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Asep.
Sementara itu, salah satu wali santri, H. Supardi, menilai kegiatan ini sangat positif bagi perkembangan anak.
“Kegiatan sanlat ini sangat efektif untuk menambah pengetahuan agama anak-anak sekaligus membentuk karakter mereka. Kami sebagai orang tua tentu sangat mendukung agar kegiatan ini terus digelar setiap Ramadhan,” tutur H. Supardi.
Selama sanlat berlangsung, peserta juga mendapatkan takjil untuk berbuka puasa, alat tulis, buku, dan hadiah pada penutupan kegiatan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Agung menambahkan bahwa keberlanjutan kegiatan ini sangat bergantung pada dukungan seluruh warga dan orang tua, serta partisipasi pengajar dan remaja lingkungan.
“Kami berharap kegiatan sanlat Ramadan dapat terus berlangsung setiap tahun, memberi manfaat maksimal bagi anak-anak, dan menjadi sarana pendidikan agama yang menyenangkan,” pungkas Agung. san/*







