Menonton Film via OTT adalah Solusi di Tengah Pandemi, Tapi Bioskop Tetap Tak Tergantikan

by

Konsepnews.com – Sejak pandemi Covid-19, salah satu sektor yang mengalami keterpurukan adalah ranah film. Banyak film yang diproduksi tak bisa meraih jumlah penonton akibat pembatasan sosial di bioskop. Karenanya, kini orang mulai beralih menonton film lewat apilkasi OTT (over the top).

OTT memang memiliki  banyak kemudahan, di antaranya, pengguna dapat memilih apa saja, kapan saja, dan perangkat mana saja untuk menonton. Namun tentunya, dengan pergi menonton ke bioskop adalah bagian dari ritual hiburan masyarakat yang bak tak terlepas dan nikmatnya menonton film.

Persoalan apakah bioskop bisa bertahan atau digantikan oleh OTT, dibahas dalam webinar bertajuk ‘2021, Bioskop atau OTT Apps?’ yang digelar Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI kerjasama dengan Demi Film Indonesia (DFI), Kamis (14/01/2021).

Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Ahmad Mahendra membuka webinar itu, ia tetap memberi semangat bagi para pelaku perfilman untuk tetap kreatif di tengah Pandemi Covid-19, baik lewat bioskop maupun OTT.

“Kemendikbud melalui Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru menyemangati pelaku film untuk tetap berkarya film,“ ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dipunyai oleh Pengamat Film dan Jurnalis Yan Widjaya, sejak bioskop dibuka dari masa pandemi ini baru 7 judul film yang berhasil tayang di Bioskop.

“Salah satunya, film produksi MD Picture berjudul ‘Asih 2’ yang tayang 24 Desember 2020. Sayangnya, perolehan penontonnya 194.894, yang tentu sangat jauh berbeda dengan film sebelumnya: ‘Asih’ yang tayang 11 October 2018 dengan raihan 1.714.798 penonton,” beber Yan Widjaya.

Yan memaparkan, tak hanya film Indonesia, film Hollywood ‘Wonder Woman 1984’ juga jeblok tayang di bioskop.

“Film yang dibintangi Gal Gadot itu juga jauh dari apa yang diharapkan. Ini menunjukkan bahwa pandemi di industri film tidak hanya menimpa Indonesia tapi juga dunia,” ungkapnya.

Sementara itu Wina Armada yang juga  seorang kritikus film membeberkan, dalam 5 Tahun terakhir rentang waktu 2015 – 2019, rata-rata penonton bioskop pertahun mencapai angka 40 juta penonton dan menghasilkan 12 Triliun dari penjualan tiket.

“Tahun 2020 mengalami penurunan signifikan bahkan tak sedikit para pekerja seni merugi dan PHK terjadi disana sini. OTT adalah layanan konten Film yang merupakan kanal untuk menonton film Bioskop. Harapannya OTT ini akan banyak diminati mengingat kondisi seperti sekarang ini, “ paparnya.