Meski Dicibir Jadi Mualaf, Deddy Corbuzier Berharap Anaknya Azka Ikuti Jejaknya

by

Konsepnews.comDeddy Corbuzier sudah dua kali menikmati bulan Ramadan sebagai seorang muslim. Deddy ternyata punya harapan agar anaknya Azka Corbuzier juga ikut menjadi mualaf. Meski begitu Deddy tak mau memaksakan harapan tersebut kepada Azka. 

Deddy ingin Azka bisa belajar dan meyakini Islam dengan cara sendiri. Hal ini diungkapkan Deddy dalam tayangan YouTube ketika berbincang dengan Habib Husein Ja’far Al Hadar. 

Foto: Deddy Corbuzier ketika berbincang dengan Habib Husein Ja’far Al Hadar, di youtube Cahaya Untuk Indonesia

Dalam kesempatan itu Deddy mengaku jadi mualaf karena faktor lingkungan.

“Ya ingin. Tapi gue belajar dari dahulu. Gue dari mualaf bukan karena disuruh. Gue mualaf karena ketemu teman-teman yang positif Islamnya,” kata Deddy saat berbincang dengan Habib Husein Ja’far Al Hadar di YouTube Cahaya Untuk Indonesia.

Deddy dan Kalina Oktarani sang mantan istri tak mau memaksakan keyakinan kepada Azka hingga kini. Namun Azka  disebut sudah mengenal tiga agama sejak masih remaja yakni Islam, Katolik dan Buddha.

Foto: Deddy Corbuzier berharap sang anak Azka Corbuzier mengikuti tjejaknya menjadi mualaf, instagram @azkacorbuzier

“Dia kan baru 14 tahun, aqil baligh juga belum. Nantinya dia bisa mencontoh sendiri. Dibandingkan saya otoriter, gue dahulu kalau digituin juga pasti menghindar,” ungkap Deddy.

Deddy mengaku sempat jadi cibiran keluarga ketika pertama kali memutuskan menjadi mualaf. Bahkan keluarga besar Deddy juga sempat memberikan stigma negatif terhadap islam.

Pria berusia 44 tahun ini juga sempat khawatir Azka akan mendapatkan informasi yang salah tentang Islam. Namun Deddy akhirnya berhasil membuktikan kepada keluarga bahwa Islam itu indah.

Foto: Podcast Close the Door, Youtube Deddy Corbuzier

“Kalau ibu dan saudara yang dekat tidak terlalu peduli mau saya mualaf, murtad, mereka tidak peduli. Tapi saya jadi gosip di keluarga besar. Mereka berpikirnya begitu saya mualaf, saya jadi radikal, menghina agama saya yang sebelumnya,” ungkap Deddy.

“Tetap saja di awal-awal mereka cemas. Tapi setelah mualaf berjalan dengan asyik, akhirnya mereka berpikir ternyata saya tidak berbeda. Malah menambah hal positif,” tutup Deddy. mln