JAKARTA, KONSEPNEWS – MOJI semakin memantapkan strategi program Ramadan 1447 Hijriah dengan menghadirkan tayangan yang menekankan kedalaman makna spiritual tanpa meninggalkan sisi hiburan. Melalui paket program bertajuk Ramadan Penuh Hikmah, stasiun televisi ini menargetkan keterhubungan emosional dengan pemirsa yang menjalani ibadah puasa sepanjang bulan suci.
Deputy Director Programming MOJI, Banardi Rachmad, menyebut bahwa penyusunan program Ramadan tahun ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. MOJI tidak hanya menghadirkan konten ibadah, tetapi juga program reflektif dan informatif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari umat Muslim.
Siaran langsung “Tarawih dari Makkah” menjadi salah satu tayangan yang diandalkan untuk menghadirkan suasana Masjidil Haram ke ruang keluarga pemirsa. Penayangan rutin setiap dini hari diharapkan mampu memperkuat nuansa religius sekaligus menjadi pengingat spiritual di tengah aktivitas Ramadan.
MOJI juga memastikan pemirsa mendapatkan informasi penting terkait penetapan awal dan akhir Ramadan melalui siaran Sidang Isbat 1 Ramadan dan 1 Syawal 1447 Hijriah. Tayangan ini memperkuat peran MOJI sebagai media yang responsif terhadap kebutuhan informasi keagamaan masyarakat.
Di sisi lain, program “Netizen Update Special Ramadan” hadir sebagai jembatan antara dinamika media sosial dan nilai-nilai Islam. Dengan sudut pandang yang ringan namun reflektif, program ini mengangkat kisah inspiratif umat Muslim dari berbagai latar belakang.
Konten drama-reality turut menjadi pilar penting dalam rangkaian Ramadan MOJI. Program “Ungkap: Hikmah di Balik Dosa” dan “Tobat” menyajikan kisah nyata yang dikemas dengan pendekatan keagamaan, menghadirkan pesan introspektif yang relevan dengan kehidupan modern.
Menjelang waktu berbuka, program “Hikmah Ramadan” bersama Ustaz Anwar Sani dihadirkan sebagai penguat nilai spiritual. Pembahasan yang aplikatif membuat tayangan ini mudah diterima oleh berbagai kalangan pemirsa.
Dengan susunan program yang berlapis tersebut, MOJI berharap Ramadan 1447 Hijriah dapat dijalani pemirsa dengan lebih khusyuk, reflektif, sekaligus tetap terhibur melalui tayangan yang berkualitas dan bernilai. san/*






