Musim Hujan, Prajurit TNI Tetap Gelar Patroli Batas Negara RI-RDTL

by

Konsepnews.com, NTT – Prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL dari Pos fohululik, pos Fatubesi, pos Lookeu, pos Lookeu, pos Nunura, pos Asumanu dan pos Turiskain secara serentak melaksanakan patroli rutin di sepanjang garis batas negara guna memastikan kondisi patok batas negara dalam kondisi baik dan semestinya, sekaligus menghindari terjadinya aktifitas ilegal.

Seperti halnya telah dilakukan oleh pos Fohululik yang melaksanakan patroli rutin di kawasan Desa Lutharato, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/12/2020).

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif Raider Khusus 744/SYB, Letkol Inf Alfat Denny Andrian dalam rilis tertulisnya di Kabupetan Belu, Nusa Tenggara Timur.

Diungkapkan Dansatagas, Patroli yang dilaksanakan anggota pos fohululik sudah menjadi kewajiban bagi setiap pasukan pengaman perbatasan, oleh karena itu apapun keadaannya harus tetap dilaksanakan.

“Meskipun medan yang dilalui cukup berat terutama yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi di bulan Desember ini , sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI tidak alasan bagi mereka untuk tidak melaksanakan patroli pengecekan patok batas negara,” ujarnya.  

Dikatakannya, hal ini dilakukan agar memastikan keadaan patok tidak bergeser ataupun rusak yang berkemungkinan diakibatkan oleh faktor alam ataupun ada kesengajaan oleh ulah manusia itu sendiri seperti halnya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan tertentu yang mengancam kedaulatan negara.

“Di daerah perbatasan RI-RDTL, daerah geografis patok yang dikelilingi tebing-tebing tinggi berkemungkinan besar patok akan tertimbun akibat pergeseran tanah longsor yang diakibatkan hujan deras terus menerus seperti sekarang ini,” jelasnya.

“Dari beberapa hal diatas itulah yang melatar belakangi Danpos Fohululik Sertu Nengah Kari Ariana memerintahkan Wadanpos Serda Hutamir beserta 5 orang Anggota untuk Melaksanakan Patroli Patok,” tandas Alfat.

Di tempat terpisah, Serda Hutamir menyampaikan mengenai keadaan patok bahwa adanya patok yang tertimbun tanah sampai setengah badan patok itu sendiri dan ada yang tertutup pohon ranting pohon.

“Di saat Patroli, kami menemukan beberapa kondisi patok yang tertimbun sampai setengah badan patok dan ada yang hilang karena tertimbun longsoran, dan kami menandainya dengan memasang Bendera Merah Putih,” ucap Hutamir.

“Kami akan melaporkan ke Komandan Satgas untuk kondisi patok yang rusak dan hilang untuk dapat direspon dan segera ditangani seperti dibangunnya patok yang baru sesuai koordinat letak patok itu.” ucap Danpos Fohululik. yz