JAKARTA, KONSEPNEWS – Keputusan untuk membuka hati setelah perceraian bukanlah hal mudah. Bagi Natasha Rizky, pernikahan bukan sekadar menemukan pasangan baru, tetapi juga tentang menemukan sosok yang bisa membimbing dan sejalan dengan nilai-nilai hidupnya.
Dalam sebuah perbincangan di podcast Denny Sumargo, Natasha Rizky mengungkapkan pandangannya tentang pernikahan di masa depan. Ia tidak menutup kemungkinan untuk menikah lagi, bahkan dengan mantan suaminya, Desta.
Namun, lebih dari itu, Natasha Rizky menekankan bahwa keputusannya akan sangat bergantung pada keselarasan visi, terutama dalam hal agama.
“Ya, Aca sih enggak mau bilang enggak mau nikah lagi, cuma maulah pasti. Maksudnya, ya di satu sisi juga Aca merasa perlu ada yang meng imamin Aca juga gitu, yang ngarahin Aca,” ujar Natasha Rizky.
Selama menjalani pernikahan dengan Desta, Natasha Rizky mengakui bahwa sang mantan suami memiliki peran besar dalam hidupnya. Ia bukan hanya pasangan, tetapi juga pelindung dan pembimbing dalam berbagai aspek kehidupan.
Namun, Natasha menyadari bahwa perjalanan hidupnya ke depan masih penuh ketidakpastian. Ia tidak bisa memastikan dengan siapa akan berumah tangga lagi, apakah dengan Desta atau seseorang yang baru.
“Syukur-syukur kalau misalnya sama Desta lagi, Aca juga enggak pernah tahu. Atau misalnya sama yang baru pun yang penting dia bisa mengarahkan Aca,” tambahnya.
Meski ada beberapa pria yang mencoba mendekatinya, Natasha kini lebih berhati-hati dalam memilih pasangan. Ia menilai mereka bukan hanya dari perasaan, tetapi juga secara objektif.
Baginya, kriteria utama bukan sekadar kecocokan emosional, melainkan seberapa kuat nilai agama dalam diri seseorang.
“Yang paling pentingnya itu sparkling-nya itu dan itu susah. Misalnya sudah dapet nih sparkling-nya, sudah oke, sudah segala macam, tapi yang paling pentingnya banget, misalnya secara agamanya enggak ada ya sama saja bohong,” tegasnya.
Bagi Natasha, pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan keselarasan prinsip. Keputusannya untuk membuka hati tetap ada, tetapi ia memastikan bahwa langkah berikutnya akan diambil dengan penuh pertimbangan. ***







