JAKARTA, KONSEPNEWS – Kembalinya Nisa Farella ke panggung musik dangdut Indonesia lewat single “Legowo” bukan sekadar rilis lagu biasa, melainkan pernyataan artistik tentang kedewasaan dan keberanian berdamai dengan masa lalu. Di tengah persaingan industri musik 2026, Nisa memilih jalur sunyi: menghadirkan karya yang tenang namun menghunjam secara emosional.
Nisa mengaku bahwa proses rekaman lagu ini terasa berbeda dibanding karya sebelumnya. “Aku lebih banyak merenung. Aku ingin setiap kata terasa jujur. ‘Legowo’ adalah refleksi tentang menerima keadaan tanpa harus membenci siapa pun,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Perjalanan panjangnya sejak tampil di Dangdut Academy menjadi fondasi penting dalam membangun mental dan kualitas vokal. Dari panggung kompetisi hingga proyek kolaborasi dengan Ahmad Dhani, Nisa belajar memahami dinamika industri hiburan.
Lagu ciptaan Yanda Bebeh ini mengusung lirik berbahasa Jawa yang sederhana namun kuat. Kata “legowo” sendiri mengandung filosofi mendalam tentang keikhlasan dan penerimaan, sesuatu yang jarang diangkat secara lugas dalam lagu dangdut populer.
Secara musikal, aransemen dibuat tidak terlalu ramai. Fokus utama ada pada vokal Nisa Farella yang terdengar lembut dan stabil. Setiap nada dinyanyikan dengan penghayatan penuh, memperlihatkan kontrol teknik yang semakin matang.
“Aku ingin orang merasa hangat saat mendengar lagu ini. Tidak semua perpisahan harus berakhir dengan kemarahan. Kadang kita hanya perlu belajar mengikhlaskan,” kata Nisa. Pesan itu menjadi benang merah keseluruhan lagu.
Perilisan “Legowo” pada 20 Januari 2026 di berbagai platform streaming memperlihatkan keseriusan Nisa dalam memanfaatkan ekosistem digital. Respons awal dari pendengar pun menunjukkan antusiasme terhadap lagu dangdut terbaru bertema reflektif ini.
Melalui “Legowo”, Nisa Farella menegaskan bahwa ia bukan hanya penyanyi dangdut, tetapi juga storyteller yang mampu menghadirkan emosi dalam balutan musik yang jujur dan membumi. san/*





