JAKARTA, KONSEPNEWS – Perjalanan karier Selfi Yamma kembali memasuki babak penting lewat perilisan “Cincin Kepalsuan”, lagu hits milik Mansyur S yang kini dihidupkan kembali dalam format tribute. Keputusan ini memperlihatkan kedewasaan musikal Selfi dalam membaca akar sejarah dangdut sebelum melangkah lebih jauh.
Sebagai pedangdut muda yang lahir pada 7 September 1999, Selfi termasuk generasi baru yang tumbuh dengan pengaruh dangdut klasik. Lagu-lagu Mansyur S menjadi referensi penting dalam pembentukan karakter vokalnya.
Ia menyebut momen menerima tawaran tribute sebagai kabar membahagiakan. Lagu ini memiliki arti personal karena menjadi salah satu materi yang ia bawakan di awal karier kompetisinya.
“Lagu ini punya makna yang sangat personal buat aku, karena ‘Cincin Kepalsuan’ adalah salah satu lagu yang aku bawakan saat awal perjuangan di panggung kompetisi. Jadi ketika dipercaya membawakan tribute untuk Ayah Mansyur, rasanya seperti pulang ke titik awal mimpi.” ungkap Selfi Yamma.
Secara musikal, aransemen baru tetap menjaga garis melodi khas dangdut era 80-an dan 90-an. Pendekatan ini dinilai penting untuk mempertahankan kekuatan emosional lirik yang menjadi ciri khas “Cincin Kepalsuan”.
Selfi mengaku puas dengan hasil akhir rekaman. Ia berharap para penggemar lama Mansyur S maupun generasi baru dapat menerima versi terbarunya ini dengan antusias.
“Ini bukan sekadar remake, tapi bentuk penghormatan. Aku ingin generasi muda juga mengenal siapa itu Mansyur S dan betapa besar kontribusinya untuk musik dangdut Indonesia.” kata pedangdut yang mengidolakan sang legenda ini.
Dalam konteks industri, proyek tribute seperti ini juga menjadi strategi menjaga kesinambungan sejarah musik dangdut. Regenerasi bukan berarti meninggalkan akar, melainkan merawatnya dengan interpretasi baru.
Rangkaian tribute terhadap Mansyur S yang akan menyusul diyakini mampu menghadirkan gelombang nostalgia kolektif di tengah publik dangdut.
Melalui “Cincin Kepalsuan”, Selfi Yamma tak hanya merilis single terbaru, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai penjaga tradisi sekaligus wajah masa depan dangdut Indonesia. san/*





