JAKARTA, KONSEPNEWS – Pameran seni rupa abstrak bertajuk “Segala Garis Ruang Imajiner yang Terbuka Tegak Lurus dengan Rasa” digelar di RasaHarsa Coffee Shop & Eatery mulai 5 hingga 19 April 2026.
Pameran yang dikuratori oleh Saut Mangihut Marpaung ini menghadirkan puluhan perupa dengan beragam pendekatan abstrak yang menitikberatkan pada ekspresi rasa dan pengalaman batin.
Salah satu seniman, Guntur Jongmerdeka, menampilkan karya dengan medium campuran yang mengangkat tema semesta.
“Spektrum Semesta menggunakan sistem heksagon abstrak saling bertaut untuk melambangkan jaringan energi kompleks ciptaan Allah. Garis silver metalik menjadi penyeimbang visual, simbol batas realitas dan imajinasi,” ujarnya.
Sementara itu, pelukis dan pengajar Institut Kesenian Jakarta, Dick Syahril, menilai seni abstrak akan terus berkembang mengikuti zaman.
“Hingga saat ini di tengah perkembangan pasar seni rupa, kebutuhan masyarakat global tetap dibutuhkan. Namun seni rupa abstrak tak hanya itu, tetapi terus merespons kondisi zaman di masa digital,” paparnya.
Dalam perspektif kuratorial, Saut menjelaskan bahwa seni abstrak telah berevolusi sejak awal abad ke-20 melalui tokoh-tokoh seperti Wassily Kandinsky, Piet Mondrian, dan Kazimir Malevich yang mengubah seni dari representasi objek menjadi esensi bentuk dan rasa.
Menurutnya, masa depan seni abstrak akan semakin luas dengan pemanfaatan teknologi.
“Ke depan, abstrak akan memasuki ruang digital melalui AI, realitas virtual, dan metaverse, menjadi lebih interaktif dan imersif. Namun tetap berakar pada rasa manusia,” jelas Saut.
Pameran ini diinisiasi oleh komunitas Mozari – Motorakzart Society dan melibatkan lebih dari 20 seniman, menjadi ruang eksplorasi sekaligus refleksi atas perkembangan seni abstrak di tengah era global dan digital. san/*





