JAKARTA, KONSEPNEWS – Setelah meresmikan gedung barunya di Jalan Sultan Agung, Setiabudi, Partai Rakyat Indonesia (PRI) langsung meluncurkan program strategis bertajuk Sekolah Politik Rakyat, yang digagas sebagai ruang belajar politik bagi anak muda. Peluncuran ini menandai keseriusan PRI dalam mencetak kader-kader muda yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
Dalam pidatonya, Sekjen PRI Aditya Yusma menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar partai untuk memperkuat demokrasi dengan melibatkan generasi milenial. “Kami ingin anak muda tidak apatis terhadap politik. Lewat Sekolah Politik Rakyat, mereka bisa belajar bagaimana politik seharusnya dijalankan — dengan etika, dedikasi, dan kepentingan rakyat,” ujar Aditya.
Ia menambahkan bahwa PRI akan terus mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pendidikan politik publik. “Kami ingin anak muda menjadi pelaku aktif dalam demokrasi, bukan sekadar penonton,” tegasnya.
Ketua Umum PRI M. Nazarudin turut menyampaikan bahwa Sekolah Politik Rakyat akan digelar secara berjenjang dan terbuka untuk umum. Program ini mengusung konsep pembelajaran interaktif dengan menghadirkan pakar-pakar politik, akademisi, serta tokoh masyarakat. “Kami ingin mencetak politisi muda yang paham nilai kebangsaan, bukan sekadar mencari jabatan,” katanya.
Selain peluncuran sekolah politik, PRI juga memperkenalkan program Hasta Cipta, yang berfokus pada inovasi sosial, ekonomi rakyat, dan penguatan pesantren. Program ini dirancang agar partai tidak hanya bergerak dalam wacana politik, tapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Dr. Nazarudin Umar mengapresiasi inisiatif PRI. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk politik yang berorientasi pendidikan, bukan kekuasaan. “Sekolah Politik Rakyat adalah ide besar. Ini bisa menjadi contoh bagaimana politik dijalankan dengan niat tulus untuk membangun bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski sebagai aparatur negara dirinya tidak dapat terlibat dalam politik praktis, Kementerian Agama akan selalu mendukung inisiatif yang memperkuat nilai kebangsaan dan persatuan.
Dengan peluncuran Sekolah Politik Rakyat, Partai Rakyat Indonesia menegaskan dirinya bukan sekadar partai baru, tetapi gerakan moral dan intelektual yang berkomitmen melahirkan politisi muda dengan semangat nasionalisme dan integritas. san/*





