KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Program pemberian 140 becak listrik kepada para pebecak di Kota Tangerang oleh Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian publik sebagai langkah nyata dalam mendukung pekerja sektor informal, khususnya mereka yang telah berusia lanjut. Bantuan ini disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) dan menjadi bagian dari rencana besar yang menargetkan distribusi 200 unit di Kota Tangerang, sebelum meluas secara nasional. Program ini dianggap sebagai intervensi langsung yang mampu membantu pengemudi becak mempertahankan pendapatan di tengah kondisi kerja yang semakin berat.
Ketua YGSN, Letjen Purn Teguh Arief, menjelaskan bahwa ide pemberian becak listrik sepenuhnya berasal dari Presiden Prabowo setelah melihat kondisi para pebecak lansia di berbagai wilayah. Produksi becak listrik direncanakan mencapai 10.000 unit pada 2025 dan meningkat menjadi 30.000 unit pada 2026. Seluruh biaya pengadaan berasal dari dana pribadi Presiden sehingga tidak melibatkan anggaran negara, yang menurut Teguh menjadi bukti nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.
Teguh menyebut bahwa penerima tahap pertama adalah pebecak berusia 70 tahun ke atas yang dinilai paling membutuhkan bantuan. Kriteria usia akan diperluas secara bertahap agar lebih banyak pebecak yang bisa merasakan manfaat becak listrik. Setiap unit memiliki nilai sekitar 23 juta rupiah dan diberikan tanpa syarat finansial kepada penerima, dengan catatan kendaraan tidak boleh diperjualbelikan untuk tujuan komersial.
Deputi BP Taskin, Novrizal Tahar, mengatakan bahwa program ini sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan yang tengah dijalankan pemerintah. Dengan memiliki becak listrik, pengemudi dapat bekerja lebih lama tanpa kelelahan yang berlebihan, sehingga pendapatan harian berpotensi meningkat. Ia menegaskan akan menindak tegas jika ada penerima yang menjual bantuan tersebut karena becak listrik harus digunakan untuk bekerja, bukan diperjualbelikan.
Meski demikian, becak lama milik pribadi boleh dijual apabila penerima merasa tidak lagi membutuhkan kendaraan konvensional tersebut. Kebijakan ini dibuat agar penerima dapat memfokuskan penggunaan pada becak listrik yang lebih efisien. BP Taskin juga memastikan seluruh penerima bantuan telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penyaluran tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Kebahagiaan para pebecak terlihat dari ungkapan Rosyad, warga Gebang berusia 75 tahun, yang menjadi salah satu penerima. Ia merasa sangat terbantu karena kini tidak perlu lagi menguras tenaga saat menarik becak. Menurutnya, becak listrik membuatnya lebih percaya diri untuk tetap bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di usia yang sudah tidak muda.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Asisten Daerah I, Deni Koswara, memastikan bahwa regulasi operasional becak listrik sedang disusun. Dinas Perhubungan akan menyiapkan titik pengisian daya dan mempertimbangkan konsep park and ride agar becak listrik dapat mendukung sektor pariwisata. Deni menilai keberadaan becak listrik bukan hanya mendukung mobilitas pejalan kaki dan wisatawan, tetapi juga membantu mengurai kemacetan di kawasan wisata.
Program ini diharapkan memberi dampak sosial yang signifikan, terutama bagi pebecak lansia yang membutuhkan sarana kerja lebih layak dan aman. Selain mendorong peningkatan pendapatan, becak listrik juga membuka peluang bagi Kota Tangerang untuk memperkuat identitas sebagai kota yang ramah lingkungan. Pemerintah berkomitmen untuk mengawasi penggunaan becak listrik agar terkelola dengan baik dan semakin bermanfaat bagi masyarakat. san/*






