KABUPATEN BEKASI, KONSEPNEWS – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya akun media sosial palsu yang mengatasnamakan Asep Surya Atmaja. Akun tersebut diketahui digunakan untuk meminta sejumlah uang kepada masyarakat dengan dalih membantu pembangunan masjid dan pondok pesantren.
Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menegaskan bahwa akun tersebut tidak resmi dan merupakan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk penipuan yang memanfaatkan nama pejabat daerah.
“Akun Facebook yang mengatasnamakan Bapak Plt Bupati Bekasi dalam rangka meminta uang tersebut merupakan hoax dan tidak benar adanya,” ujar Yan Yan dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, modus yang digunakan pelaku cukup meyakinkan karena mengatasnamakan kegiatan sosial dan keagamaan. Hal ini berpotensi membuat masyarakat lengah dan akhirnya menjadi korban penipuan.
Yan Yan mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap permintaan bantuan dana yang disampaikan melalui media sosial, terutama jika berasal dari akun yang tidak terverifikasi. Ia menekankan pentingnya melakukan pengecekan ulang sebelum merespons pesan semacam itu.
“Ya, sebaiknya cek dan ricek lagi apabila menerima pesan mencurigakan lewat sosial media,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga diminta untuk hanya mengikuti dan mempercayai akun resmi milik Plt Bupati Bekasi. Hal ini penting agar informasi yang diterima dapat dipastikan kebenarannya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi sendiri telah menyediakan sejumlah kanal resmi yang dapat diakses publik, baik melalui Instagram, TikTok, maupun Facebook. Kanal tersebut menjadi sumber informasi terpercaya terkait kegiatan dan program pemerintah daerah.
Dengan adanya kejadian ini, Pemkab Bekasi berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital. Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan akun mencurigakan juga dinilai penting untuk mencegah kasus serupa terulang kembali. san/*





