KABUPATEN BURU SELATAN, KONSEPNEWS – Pemerintah Kabupaten Buru Selatan memberikan apresiasi terhadap langkah Palang Merah Indonesia dalam memperkuat mitigasi hijau melalui penanaman massal vegetasi pantai di Desa Waefusi, Maluku. Program tersebut dinilai menjadi bagian penting dari strategi pengurangan risiko bencana berbasis alam di wilayah kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Kegiatan penanaman mangrove dan cemara laut dilakukan bersama masyarakat, relawan, pemerintah daerah, serta mitra terkait sebagai bagian dari Program Pengurangan Risiko Bencana Terpadu Berbasis Masyarakat Daerah Aliran Sungai di Kabupaten Buru Selatan. Program ini nantinya akan diperluas ke empat desa lainnya.
Asisten II Sekda Buru Selatan Bidang Perekonomian dan Pembangunan Abdullah Tualeka menilai penanaman mangrove merupakan solusi berbasis alam yang sangat penting bagi daerah kepulauan seperti Buru Selatan.
“Penanaman mangrove merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana berbasis alam atau Nature-Based Solutions yang semakin penting di daerah kepulauan seperti Buru Selatan,” ujar Abdullah Tualeka.
Melalui pendampingan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Kelautan IPB, masyarakat di lima desa telah dilatih mengembangkan pembibitan tanaman mitigasi hijau. Hingga kini sekitar 25 ribu bibit mangrove dan cemara laut berhasil dibudidayakan dan siap ditanam secara bertahap untuk memperkuat perlindungan wilayah pesisir.
PMI menegaskan program ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi juga mencakup pemantauan pertumbuhan tanaman dan pengembangan pembibitan lokal agar gerakan pelestarian lingkungan berjalan berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Anggota Pengurus Pusat PMI CSP Wekadigunawan menyebut aksi penanaman pohon menjadi bentuk investasi jangka panjang dalam menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.
Selain di Buru Selatan, penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi hijau yang dilakukan PMI juga melahirkan berbagai praktik baik di daerah lain. Salah satunya, tim PMI dari Aceh masuk nominasi penerima Penghargaan Kalpataru atas kontribusi dalam pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
PMI berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, dan organisasi kemanusiaan dapat terus diperkuat agar gerakan adaptasi perubahan iklim dan perlindungan lingkungan mampu memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang. san/*






