Pengantin Production, Wedding Organizer Langganan Keluarga Kraton Kesultanan Yogyakarta

by

Konsepnews.com – Pernikahan dengan adat Jawa tidak sekadar berlangsung, namun harus sesuai dengan paugeran. Meskipun terdapat perubahan dan pergeseran sesuai dengan waktu dan kondisinya, kesakralan dan keunikan upacara tradisi itu justru terletak pada hal-hal yang dilakukan sesuai dengan tradisi turun-temurun bukan yang dibuat baru atau dengan kreasi baru.

Paugeran, atau dalam bahasa Indonesia berarti peraturan, itu bisa dipelajari dari buku-buku yang ada, pranatan lampah-lampah upacara pernikahan Daup Ageng putra-putri Sultan dari kerabat Sentono Kraton, foto lama maupun dari narasumber yang bisa dipercaya untuk memberikan penjelasan mengenai upacara adat itu secara baik dan benar.

Upacara adat pernikahan Jawa khususnya Yogyakarta memiliki makna-makna yang tersembunyi dalam simbol-simbol yang memiliki arti harapan, doa dan tuntunan serta nasehat kepada kedua mempelai.

Selama rentang waktu profesi yang dijalani, Kepercayaan publik akhirnya muncul terhadap pemilik Wedding Organizer (WO) Pengantin Production dr Wigung Wratsangka, sekaligus sebagai pembawa acara selama 34 tahun.

Wedding Organizer Pengantin Production

Tentunya, dr Wigung bersama Wedding Organizer Pengantin Production, mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang cukup luas mengenai upacara tradisi pernikahan adat Yogyakarta. Serta diimbangi juga dengan terus belajar dan berusaha untuk mencari data akurat mengenai upacara adat.

Sementara itu, Dani Wigung, istri dr Wigung yang juga owner Wedding Organizer Pengantin Production sudah sering menemani dr Wigung Wratsangka dalam mengikuti rapat-rapat persiapan acara pengantin dengan berbagai macam adat termasuk adat Yogyakarta, sejak masa pacaran dengan dr Wigung Wratsangka pada tahun 1995.

Ia memiliki kesempatan untuk mengikuti, mendengarkan dan sekaligus belajar tentang acara pernikahan dengan tradisi Jawa.

dr Wigung Wratsangka dan Dani Wigung

Selaku owner dan juga istri dr Wigung, Dani Wigung menceritakan pada tahun 2000, ia dan dr Wigung Wratsangka mendirikan WO Pengantin Production yang beralamat di jalan Kesehatan B-43 Sendowo Yogykarta dengan basic traditional wedding. Pasangan ini pun saling menguatkan dan saling melengkapi.

Ketika dr Wigung Wratsangka ikut melayani Kraton Kasultanan Yogyakarta saat pernikahan putri Sri Sultan Hamengkubuwana X, proses-proses yang berlangsung sejak persiapan hingga pelaksanaan menjadi pelajaran dan hal yang berharga untuk diketahui dan dipelajari.

“GBRAy Murdokusumo yang merupakan adik Sri Sultan Hamengkubuwana IX, mempercayakan acara pernikahan putrinya kepada dr Wigung Wratsangka dan Wedding Organizer Pengantin Production,” ujar Dani Wigung, dalam keterangannya, baru-baru ini.

Wedding Organizer Pengantin Production

WO Pengantin Production juga dipercaya oleh GBPH Prabukusuma, S.Psi. Ketiga putra-putri beliau dalam acara pernikahannya juga diserahkan pengelolaan dan pelayanan kepada Wedding Organizer Pengantin Production bersama dengan pembawa acara dr Wigung wratsangka.

Demikian pula GBPH Joyokusumo, saat mantu putra pertama dan putri keduanya dipercayakan kepada WO Pengantin Production dan dr Wigung Wratsangka untuk memandunya.

Perjalanan panjang karir dr Wigung Wratsangka dan Dani Wigung itu tentu diperhatikan oleh berbagai kalangan, termasuk oleh KGPH Hadiwinoto (keluarga Kraton Kasultanan Yogyakarta) memberikan kepercayaan kepada WO Pengantin Production untuk mengemas pernikahan putra putri beliau karena dinilai memahami tata upacara adat.

Sultan HB X dan dr Wigung Wratsangka

Keluarga Kraton Kasultanan Yogyakarta lainnya adalah GBPH Condrodiningrat. Mantu pertama beliau juga dipercayakan kepada WO Pengantin Production dan juga dr Wigung Wratsangka sebagai pembawa acara.

Tidak saja acara pernikahan keluarga Kraton Kesultanan Yogyakarta, bahkan acara tradisi lain seperti Mitoni/Tingkeban dan Tedak Siten pun dipercayakan kepada bapak dr Wigung Wratsangkan dan Wedding Organizer Pengantin Production. yz