Pentingnya Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi

by

Konsepnews.com, Jakarta – Ketika keadaan infrastruktur suatu negara lemah, maka itu berati perokonomian negara tersebut berjalan secara tidak efisien. Dan, juga bisa mempengaruhi daya tarik investasi ke Indonesia.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia, berdasarkan pengkajian data, hampir 16 persen pengeluarannya diserap oleh biaya mobilisasi dan logistik, yang seharusnya untuk negara maju atau menuju negara maju itu di bawah 10 persen.

Demikian diungkapkan Pengamat Kebijakan Publik dan Pengusaha, sekaligus CEO Sinar Media Indonesia (SMI) dan Direktur PT Bromo Noto Negoro, Saiful SH, dalam talkshow Ngobras (Ngobrol Cerdas) kerjasama SMI Group dan ICF di Radio Muara Jakarta, Senin (22/3/2021).

“Oleh sebab itu, kita harus mendukung pembangunan infrastruktur tersebut walau di tengah pandemi Covid-19,” ujar Saiful.

Tentunya, menurut Saiful SH, dengan memprioritaskan beberapa infrastruktur, yaitu:

  1. Infrastruktur ketahanan pangan dan sumber pangan. Program lumbung padi, irigasi, sawah produktif perlu dibangun kembali untuk sumber ketahanan pangan. Saat pandemi Covid-19 ketahanan pangan sangat diprioritaskan.
  2. Infrastruktur penunjang telekomunikasi dan energi. Hal ini perlu, terkait adanya perubahan cara kerja, cara komunikasi, cara beradaptasi di tengah pandemi Covid-19, seperti kerja dengan sistem work from home dan sebagainya.
  3. Infrastruktur yang mendukung pola hidup sehat dan bersih, serta juga fasilitas kesehatan.
  4. Infrastruktur penunjang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif .

Kesimpulan, menurut Saiful, jika sebelumnya infrastruktur fokus terhadap mendorong pertumbuhan, pembangunan, dan percepatan. Saat ini fokusnya ditambah pada insfrastruktur pemulihan, terutama pemulihan kesehatan dan ekonomi nasional. yz